Salat Isya Berjarak, Tarawih Tidak

Perketat Penerapan Protokol Covid-19

LALAI: Jamaah salat Tarawih di Masjid Jamik Al Baitul Amien Jember tidak berjarak. Padahal, saat salat Isya, jamaah menerapkan physical distancing.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sebenarnya, Pengurus Masjid Jamik Al Baitul Amien Jember telah menerapkan standar protokol penanganan Covid-19 saat menjalankan ibadah di bulan Ramadan ini. Seperti penerapan physical distancing atau menjaga jarak antarjamaah, sterilisasi dengan menyemprotkan cairan disinfektan, mengecek suhu badan, juga mengimbau agar jamaah mengenakan masker kala beribadah di masjid. Hanya saja, masih ada jamaah yang melanggar protokol tersebut.

IKLAN

Jawa Pos Radar Jember mengamati secara langsung pelaksanaan salat Tarawih di hari pertama, kemarin (23/4). Di pintu masuk masjid, ada dua satpam yang berdiri. Memakai masker, tangan kanannya selalu menembakkan thermo gun serupa pistol kecil. Siapa saja yang mau salat atau masuk ke masjid utama Jember tersebut tak luput dari pemeriksaan mereka.

“Suhunya 36 derajat. Normal. Silakan masuk,” ucap salah seorang satpam yang memeriksa wartawan Jawa Pos Radar Jember. Tak hanya memeriksa suhu tubuh, dua bilik disinfektan juga disiapkan di pintu masuk, termasuk menyiapkan tempat cuci tangan lengkap dengan sabun di halaman masjid.

Sejurus kemudian, suara iqamah memanggil jamaah untuk menunaikan salat Isya. Para jamaah yang sebelumnya ada di halaman segera menuju ke dalam untuk menunaikan ibadah. Dari belakang, tampak saf jamaah tidak rapat. Ada jarak sekitar 0,5-1 meter antarjamaah. Lantai masjid yang dulu ada karpet merah tebal, sekarang sudah tidak ada lagi. Di beberapa bagian lantai marmer itu ditandai X dengan lakban hitam.

Sebelum salat Tarawih dimulai, Ketua Yayasan Masjid Jamik Al Baitul Amien Muhammad Hasien memberi pencerahan usai salat Isya. Ceramahnya tidak jauh dari seputar korona. Virus yang telah menginfeksi banyak orang di Indonesia tersebut, menjadi perhatiannya agar jamaah menjaga kebersihan dan terapkan imbauan pemerintah. Seperti cuci tangan pakai sabun hingga physical distancing. Dia juga menyampaikan tentang Tarawih di rumah yang pahalanya sama saja dengan Tarawih di masjid.

Salat Tarawih pun dimulai. Jamaah yang awalnya duduk mulai berdiri. Jamaah yang berdiri di depan mulai menyapa jamaah di belakangnya dan mengajak untuk rapatkan saf. Begitu juga seterusnya. Tanda silang hitam di lantai masjid rasanya tak ada artinya lagi. Mereka saling berimpitan, nyaris tak ada jarak antarjamaah lagi. Walau begitu, juga ada jamaah yang enggan merapatkan barisan. Mereka memilih menyendiri, bahkan ada yang salat di teras masjid.

Anak-anak juga ikut Tarawih bersama orang tuanya. Meski sebagian jamaah ada yang mengenakan masker, namun masih ada yang tak mengenakannya saat mengikuti salah Tarawih berjamaah tersebut.

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih