Buah-buahan Jadi Alternatif Vitamin

VITAMIN ALAMI: Pembeli mulai memilih buah, kemarin (22/4), di salah satu kios pedagang buah di Jalan Jawa. Buah menjadi pilihan untuk konsumsi jangka panjang, lantaran tidak memiliki efek samping yang signifikan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Beragam jenis vitamin di apotek jadi serbuan masyarakat di kala pandemi Covid-19 saat ini. Tak sedikit mereka latah dengan memborongnya. Padahal, untuk konsumsi jangka panjang, vitamin kemasan tidak direkomendasikan. Vitamin alami dari buah-buah dinilai lebih baik.

IKLAN

Apoteker Apotek Keluarga, Uswatun Hasanah Apt mengaku, saat ini apotek dijatah oleh produsen farmasi. “Untuk vitamin kemasan botol setiap merek dijatah tiga botol saja,” jelasnya. Penyebabnya, di beberapa apotek, vitamin mulai banyak diborong masyarakat, sehingga sejumlah apotek kehabisan vitamin.

Jenis vitamin yang paling dicari adalah vitamin C dan kedua adalah vitamin E. “Sekarang vitamin E mulai turun permintaannya. Kalau Maret kemarin tinggi, sama dengan vitamin C,” jelasnya.

Menurut Uswatun, memborong vitamin E juga termasuk latah lantaran terpengaruh informasi yang beredar di medsos bahwa vitamin E juga bisa meningkatkan imun. Padahal fungsi utamanya bukan itu. “Vitamin E ini untuk kulit dan antioksidan. Berbeda dengan vitamin C, bisa memelihara ketahanan tubuh,” tambahnya.

Dalam meminum suplemen vitamin, lanjut alumnus Farmasi Unej ini, tidak disarankan dalam jangka waktu panjang. Terlebih lagi, bagi orang yang sehat-sehat saja. Dalam kemasan produk suplemen, sebetulnya ada keterangan maksimal konsumsi terus berapa hari. Secara sederhana, batas maksimal konsumsi suplemen vitamin adalah dua bulan.

Minum suplemen vitamin terbaik, tentu saja saat kondisi kurang fit, sakit, ataupun setelah sakit berat. Jika tetap mengonsumsi terus-menerus dan melebihi anjuran yang tertera dalam kemasan, maka bisa berefek buruk. “Nanti efeknya bisa autoimun,” tambahnya.

Autoimun adalah suatu kondisi sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang tubuh sendiri. Normalnya, sistem kekebalan tubuh menjaga tubuh dari serangan organisme asing, seperti bakteri atau virus. Namun, pada seseorang yang menderita penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuhnya melihat sel tubuh yang sehat sebagai organisme asing.

Dirinya menyarankan, alangkah baiknya masyarakat mengonsumsi vitamin alami dari buah-buahan untuk menghindari risiko autoimun. “Kalau butuh vitamin jangka panjang lebih baik dari buah,” jelasnya. Walau buah itu vitamin alami, tentu saja untuk fungsi meningkatkan imun pergerakannya lambat bila dibandingkan dengan suplemen. “Kalau buah reaksinya lambat, kalau suplemen itu cepat,” paparnya.

Karena itu, jika dalam kondisi tertentu tubuh tidak fit dan harus keluar rumah atau ke lokasi-lokasi rawan tertular penyakit, maka konsumsi suplemen yang terbaik. Perlu dicatat, jangan dijadikan konsumsi jangka panjang.

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti