Tangkap Bandar Okerbaya Berkedok Apotek

Barang Bukti 4,9 Juta Butir Pil 

TUNJUKKAN BUKTI: Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono, Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin, Ketua NU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin, dan Wakapolres Kompol Windy Syafutra saat pers rilis di Mapolres Jember, kemarin (23/3).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penyamaran Alusius Sri Mulyo akhirnya terbongkar. Pria 53 tahun ini tertangkap polisi karena kedapatan memiliki jutaan obat keras berbahaya (okerbaya) yang dijual secara bebas. Kejahatan warga Perumahan Taman Gading, Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates, tersebut selama ini tak terendus. Dia menyembunyikan aksinya itu dengan membuka apotek.

IKLAN

Kasus besar ini terungkap oleh Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Jember. Selain sang bandar, polisi juga menangkap seorang kurir yang dibekuk sebelumnya. Pelaku bernama Suroto, 54, warga Dusun Gambiran, Desa/Kecamatan Mumbulsari. Dari dua tangan tersangka, polisi menyita sebanyak 4,9 juta butir okerbaya dengan tiga jenis obat berbeda.

Perkara ini menjadi prestasi tersendiri bagi Satreskoba Polres Jember. Sebab, sejak satuan yang khusus menangani kejahatan narkotika dan obat keras berbahaya (narkoba) ini berdiri, baru kali ini mereka berhasil mengungkap kasus yang jumlah barang buktinya sangat besar. “Dalam kasus ini, tersangka pertama yang kami tangkap adalah S (Suroto, Red),” terang Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono saat menggelar pers rilis, kemarin (23/3).

Karena masalah ini merupakan perkara serius, dalam pers rilis kemarin kepolisian juga menghadirkan Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin dan Ketua Cabang NU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin. Kehadiran mereka untuk mendukung komitmen pemberantasan narkoba di Jember.

Menurut Aris, tersangka pertama yang dibekuk adalah Suroto. Dia ditangkap di jalan Perumahan Taman Gading Blok R Nomer 16. “Saat Suroto ini ditangkap, kami mengamankan barang bukti pil Trihexiphenidyl atau Trex sebanyak dua sak berisi total 82 ribu butir,” jelasnya.

Setelah ditangkap petugas, Suroto mengaku bahwa okerbaya itu dia beli dari tersangka Alusius Sri Mulyo yang juga memiliki apotek. Sekadar informasi, Alusius Sri Mulyo juga memiliki usaha wisata kebun buah naga yang ada di Perumahan Taman Gading. “Setelah menangkap Suroto, kemudian anggota kami menangkap Alusius Sri Mulyo di rumahnya,” ujarnya.

Dari rumah sang bandar tersebut, aparat menemukan barang bukti yang jumlahnya sangat mencengangkan. Di antaranya 3,166 juta butir pil Trex, 1,5 juta butir Dextromethorphan, serta 160 ribu butir Novason. Selain itu, polisi juga menyita satu unit ponsel/HP yang digunakan tersangka berkomunikasi dengan pembeli. “Total keseluruhan okerbaya yang kami sita, baik dari bandar maupun kurirnya, sebanyak 4,9 juta butir pil berbagai jenis atau hampir 5 juta butir,” paparnya.

Saat ini, pihaknya masih terus melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut. Polisi juga menelusuri dari mana asal barang sebanyak itu, yang ditemukan di rumah Sri Mulyono. “Saya tidak bisa membayangkan seandainya semua okerbaya ini beredar di wilayah hukum Polres Jember. Berapa ribu anak muda yang rusak gara-gara menelan pil ini. Untuk itu, kasus ini masih akan kami kembangkan terus,” tegasnya.

Selama ini, tersangka Sri Mulyo mengedarkan okerbaya itu tak hanya di Jember saja, tapi juga kabupaten lain yang berada di wilayah Tapal Kuda. Oleh karena itu, polisi tak hanya bakal memburu penyuplai obat saja, tapi juga akan menelusuri kepada siapa saja tersangka menjual okerbaya tersebut. “Yang jelas, tersangka sudah menyebut beberapa nama dan saat ini masih kami lakukan penyelidikan,” katanya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 196 subsider Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. “Keduanya terancam hukuman 15 tahun penjara,” pungkas Aris

 

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Mahrus Sholih