Perdana Turun di Pedalaman

KKN Fokus Berdayakan Sektor Ekonomi

TUGAS PENGABDIAN: Upacara pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Jember, kemarin (22/1). Mereka akan diterjunkan di tiga kecamatan dengan membawa misi pemberdayaan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak kurang dari 302 mahasiswa IAIN Jember kembali ditugaskan mengabdi ke masyarakat. Mereka akan ‘merakyat’ selama kurang lebih 40 hari, mengemban tugas mengabdi dan melakukan pendampingan, dengan harapan bisa memperbaiki kualitas hidup masyarakat. Pelepasan tersebut berlangsung kemarin (22/1).

IKLAN

Ketua Unit Pengabdian dari Lembaga Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Jember Haryu Islamuddin mengatakan, penerjunan mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) tahun ini memang difokuskan pada pemberdayaan desa di pedalaman. Seperti daerah Dusun Baban Barat dan Baban Timur, Desa Silo, Kecamatan Silo.

Dalam penugasan tersebut, mahasiswa akan fokus pada pemberdayaan sektor perekonomian dan sosial keagamaan. “Memang perdana turun di sana, dan tempat itu akan kita jadikan sebagai desa binaan,” kata Haryu.

Menurutnya, panitia sengaja menentukan lokasi daerah pedalaman dengan berbagai pertimbangan mendasar. Salah satunya adalah keberadaan potensi di Dusun Baban, Desa Silo, yang hampir mayoritas masyarakatnya adalah petani kopi.

Selain itu, Dusun Baban memiliki akses yang cukup jauh dan menantang. Beberapa akses jalan masih terdiri dari bebatuan dan tanjakan yang ekstrem. Bahkan beberapa jalan untuk menuju ke lokasi desa, masih terdapat sungai tanpa jembatan. Sehingga setiap warga yang keluar masuk dusun tersebut, harus menyeberangi sungai.

Ditambah lagi, akses komunikasi yang sangat minim semakin membuat KKN di dusun tersebut, diyakini Haryu, akan berjalan khidmat dan maksimal. “KKN mereka tidak sekadar pindah tempat tidur, tapi harus benar-benar membawa misi kemanusiaan,” imbuhnya.

Selain ditempatkan di lokasi tersebut, seluruh mahasiswa juga disebar di Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, dan Desa Randuagung, Kabupaten Lumajang. Mereka dibagi menjadi 20 kelompok, 12 di antaranya ditempatkan di Jember dan sisanya di Lumajang.

Dengan menggunakan konsep pengabdian partisipatoris, mahasiswa tak sekadar merakyat, namun bisa leluasa memotret kehidupan masyarakat untuk bisa diberdayakan. Dirinya berharap mahasiswa yang bertugas bisa menjalankan amanah tersebut sebaik-baiknya. “Karena ini bukan sekadar tugas akademik, tapi juga membawa misi kelembagaan kita. Yaitu membangun SDM unggul yang berdaya guna untuk masyarakat luas,” pungkasnya.

Reporter : Maulana

Fotografer : Istimewa

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti