Pedagang Asongan Panen Untung

BERKAH DEMO: Ketika ada demo, para pedagang di sekitar gedung dewan untung besar, karena dagangannya laku keras.

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Demonstrasi membawa berkah bagi para penjual minuman asongan di sekitar area gedung dewan. Pasalnya, dagangan mereka laku pesat karena diborong peserta demonstran.

Hal ini dirasakan oleh Samito, yang tak lain adalah pedagang es jeruk yang tiap hari menjajakan dagangannya di depan gedung dewan. Samito menceritakan bahwa selama terjadi demonstrasi, dagangnya lebih cepat habis dari biasanya. Jika pada hari-hari biasa, Samito pulang selepas Magrib. Namun kemarin, tepat pukul 15.00 dia sudah menutup gerobak dagangannya. “Siap pulang. Sebab, es jeruk habis diburu beberapa peserta demo,” kata Samito.

Baginya, demo adalah berkah, namun juga perlu kewaspadaan tinggi. Sebab, aktivitas kerusuhan menjadi ancaman khusus yang perlu diwaspadai. Apalagi Samito parkir di depan pertokoan selatan Jalan Sumatra.

Posisi vital adanya keramaian. Jika ada kerusuhan berupa pelemparan benda tajam, Samito bisa jadi korban. “Ya untung karena cepat habis. Tapi, juga harus hati-hati kalau ada lempar- lemparan,” tuturnya lirih.

Kendati untung dan prediksi pelanggan lebih banyak dari sebelumnya, Samito tak ingin menaikkan harga. Dia konsisten menjual dengan harga normal, yaitu Rp 5 ribu. “Walaupun akan banyak yang beli, tapi harganya tetap,” ungkap laki-laki 47 tahun itu.

Selain Samito, berkah demo ini juga dimanfaatkan oleh sejumlah mahasiswa untuk menjajakan es. Salah satunya adalah Kiki, mahasiswa asal IAIN Jember yang berjualan es kopyor keliling kepada massa sebelum melakukan aksi.

Kiki telah menyiapkan es kopyor sebanyak kurang lebih setengah baskom. Ia tak menggunakan rombong khusus. Kiki hanya membawa baskom sembari memangkunya di atas motor.

Tak perlu menjajakan berkeliling, dia hanya perlu berada di bawah pohon di depan pertokoan. Dengan kondisi demikian pun, massa aksi relatif banyak yang melirik untuk membeli.

Selain Kiki dan Samito, sejumlah pedagang asongan yang umumnya menjajakan dagangannya di Tawangalun juga bergeser ke lokasi demonstrasi untuk buka lapak.

Editor: Hadi Sumarsono
Reporter: mg1
Fotografer: mg1