Ikut Sidang dengan Kaki Pincang

DAPAT LUKA DI LAPAS: Terdakwa Rusdiyanto berjalan pincang keluar dari persidangan, (22/8) kemarin. Paha kirinya sobek karena luka akibat terkena besi dan belum mendapat perawatan.

RADAR JEMBER.ID – Saat turun dari bus tahanan di Pengadilan Negeri (PN) Jember, kemarin (22/8), satu terdakwa berjalan tertatih-tatih. Kaki kirinya tak bisa ditekuk. Dia adalah Rusdiyanto alias Eros, terdakwa kasus penipuan.

IKLAN

Eros harus berjalan penuh perjuangan untuk sampai ke dalam ruang sidang. Tiba di sana, ia harus duduk di ruang tunggu sidang secara perlahan. Bahkan, jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember, Totok Walidi, baru mengetahui tahanannya terluka di kaki sebelah kiri.

Saat tiba giliran maju sidang di depan majelis hakim pun, Eros berjalan pincang sambil memegangi kaki kirinya. Ketua majelis hakim persidangan, Wahyu Widuri, menanyakan kondisi terdakwa sebelum sidang  dimulai. “Kenapa kaki kiri saudara?” tanya Wahyu Widuri.

Eros pun menjawab dengan sedikit kepala menunduk. “Kaki saya terbeler besi di penjara, sewaktu menjemur baju, sudah empat hari ini,” jelas terdakwa. Wahyu Widuri pun menimpalinya dengan pertanyaan kembali. “Apa sudah dilaporkan ke medis di lapas?” imbuhnya.

Eros mengaku sudah memberitahukan kondisinya kepada pihak lapas. Namun, belum ada perawatan lebih lanjut. Majelis hakim pun menyarankan agar luka yang diderita terdakwa  segera dirawat. “Sobek di paha kiri saya. Tapi belum ditangani,” terang terdakwa.

Rusdiyanto menjalani persidangan kemarin dengan agenda pembacaan tuntutan dari JPU. Dia dituntut satu tahun penjara karena perbuatannya pada bulan Mei 2018 lalu. Yakni menipu korbannya atas pembelian satu buah sepeda motor senilai Rp 20 juta lebih. (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Bagus Supriadi