Tukang Cukur nyalon kades ditolak oleh panitia

Bawa Uang Rp 1 Juta Untuk Nyalon Kades

Ali Mahfudi, Ketua Panitia Pilkades Balung Lor

RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak dalam sebulan memang ribet. Banyak persoalan di lapangan muncul ke permukaan. Dalam proses administrasi pendaftaran, tidak semua berjalan mulus. Seperti yang terjadi di Desa Balung Lor Kecamatan Balung.

IKLAN

Sejumlah cakades mempermasalahkan pendaftaran yang diberlakukan panitia. Bahkan diantara cakades, ada yang mundur gegara kebijakan panitia biaya pendaftaran Rp 5 Juta per cakades dianggapnya tidak memiliki payung hukum jelas.

Sementara ketua panitia pilkades Desa Balung Lor, Ali Mahfudi mengatakan, bahasa memungut uang tidak sepenuhnya benar. Dia mejelaskan, sumber pembiayaan pilkades itu, pertama, dari APBD, kedua dari APB-Des, dan ketiga dari sumbangan calon sendiri.
“Nominal Rp 5 juta itu hasil rembukan panitia dan BPD. Dalam kasus calon yang ditolak itu, calon lainnya sudah sepakat semua,” ungkapnya.

Ali Mahfudi yang juga guru di salah satu sekolah negeri Balung juga menjelaskan, pembayaran itu sesuai dengan tatib yang disebut sumbangan pihak ketiga. Dia juga menepis anggapan kalau panitia terkesan melakukan pungli. Karena dana dari APB-Des di desanya kurang.

“Karena sudah kesepakatan, harus dihomati. Dari empat calon, tiga diantaranya sudah sepakat. Hanya satu orang yang tidak sepakat,” pungkasnya.

Reporter : Maulana, Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Hadi Sumarsono