Jember Kecewa Berat Persid

PERSID MEDIA FOR RADAR JEMBER HARAPAN TIPIS: Peluang Persid Jember untuk lolos ke babak 16 besar kian tipis. Setelah PSSS menang atas Suryanaga, kemarin.

RADARJEMBER.ID– Manajemen Persid di Liga 3 kecewa berat atas putusan Assprov Jatim yang mendiskualifikasi Persikapro Probolinggo dari Grup G Liga 3. Dalam klasemen sementara (setelah didiskualifikasinya Persikapro Probolinggo), Persid berada di peringkat kedua dengan torehan 21 poin. Adapun peringkat pertama ditempati Sindo Dharaka dengan 23 poin.

IKLAN

Sedangkan PSSS Situbondo berada di peringkat ketiga dengan torehan 19 poin. Pada laga yang berlangsung hari Minggu (22/07) sore kemarin, PSSS Situbondo berhasil di kandang Suryanaga Connection, yakni Stadion Jalakrida AAL Bumimoro, Surabaya. Dengan menang 3-0 atas tuan rumah, PSSS kini memperkecil selisih dari Persid menjadi hanya 2 poin saja.

Jika Persid sudah menyelesaikan seluruh laga, beda halnya dengan PSSS yang masih menyisakan satu laga dan berpeluang menambah poin. PSSS akan menjalani laga tunda melawan Persebo Muda Bondowoso pada 29 Juli 2018.

Harapan Persid untuk lolos ke babak berikutnya kini amat bergantung pada hasil laga antara PSSS melawan Persebo. Jika saja hasil laga tersebut berakhir seri, maka PSSS akan mengakhiri babak penyisihan dengan hanya menambah satu poin menjadi 20 poin. Otomatis, PSSS gagal lolos ke babak 16 besar sebagai runner-up. Sebaliknya, jika PSSS menang atas Persebo, maka tim asal Situbondo tersebut akan melaju ke babak 16 besar dengan 22 poin, satu poin di atas Persid.

Sejauh ini, Persebo merupakan dengan peringkat kedua dari bawah di klasemen sementara Grup G. Persebo juga sudah tidak ada harapan lagi untuk lolos ke babak berikutnya.

Sebelum keluarnya putusan diskualifikasi atas Persikapro, Persid sejatinya masih berpeluang besar untuk lolos ke babak 16 besar dengan status peringkat tiga terbaik. Namun putusan diskualifikasi atas Persikapro membawa implikasi besar, yakni dihapusnya kesempatan bagi Grup G untuk mengirimkan tiga terbaik ke babak 16 besar. Padahal, dibandingkan dengan 6 grup lain di Liga 3 Zona Jawa Timur, persaingan perebutan poin di 3 tim peringkat atas Grup G paling ketat. Pada klasemen sementara, peringkat tiga di Grup G selalu tertinggi dibandingkan di grup lainnya yang rata-rata berada di bawah 20 poin.

Dihubungi radarjember.id, manajer Persid Jember, Mirza Rahmulyono tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya atas putusan Assprov tersebut. “Jadi kemenangan kita di kandang Persikapro Probolinggo pada putaran pertama kemarin, menjadi batal. Capek-capek kita tandang ke Probolinggo dan menang, tapi nilainya dihanguskan begitu saja,” ungkap Mirza.

Atas putusan ini, Mirza mengaku bahwa timnya sangat dirugikan.  “Padahal waktu Persikapro sudah tidak hadir saat melawan tim lainnya, kita sudah pertanyakan ke Assprov. Tapi Assprov suruh kita tetap adakan pertandingan seremonial. Ternyata malah didiskualifikasi. Harusnya kan menang WO,” sesal Mirza.

Meski berimplikasi besar terhadap laju Persid Jember di Liga 3, namun regulasi PSSI tidak memberikan kesempatan bagi Persid untuk mengajukan banding. Alasannya, karena putusan tersebut menghukum Persikapro, bukan Persid.

“Saya cuma mempertanyakan, harusnya untuk tim yang memang tidak niat tanding, mestinya tidak usah kompetisi saja. Kasihan mereka yang sudah capek-capek ikut tanding, tapi akhirnya jadi begini,” sesal Mirza.

Nasib yang menimpa Persid di Grup G ini mirip dengan kejadian di Grup D. Sebelumnya, pada akhir Juni 2018, Kanjuruhan FC asal Malang didiskualifikasi dan dilarang bertanding di musim berikutnya karena melakukan beberapa pelanggaran. Salah satunya karena memainkan pemain ilegal dalam laga melawan PSIL Lumajang.

Reporter : Adi Faizin
Editor : M. Shodiq Syarif
Editor Bahasa: Yerri A Aji

Reporter :

Fotografer :

Editor :