Festival JKCI Ditunda

- Penyelenggara Surati Kemenpar

- Ratusan Wisman Siap Datang ke Jember

DITUNDA: Komisaris BIN Cigar Febrian Ananta Kahar ketika memberi sambutan dalam event JKCI, tahun lalu. Kini, event internasional itu harus ditunda karena wabah Covid-19.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Salah satu event internasional Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI) Festival 2020 harus tertunda. Gelaran yang diinisiasi oleh BOSS Image Nusantara (BIN) Cigar, produsen cerutu berbasis di Jember tersebut, ditunda karena sekarang ini masih dalam pandemi Covid-19.

IKLAN

Event yang direncanakan bakal digelar pada Agustus mendatang tersebut harus ditunda, karena wabah korona masih merebak di tengah masyarakat. Selain itu, kegiatan yang bersifat mengumpulkan mass, juga masih dilarang oleh pemerintah. Sebab, harus menerapkan social distancing dan physical distancing.

Komisaris BIN Cigar Febrian Ananta Kahar mengatakan, pihaknya sudah berkirim surat kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), seluruh distributor cerutu, reseller, sampai para cigar lovers. “Karena adanya virus korona ini kami menunda sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ungkap pria yang juga menjadi Ketua Destinasi Wisata Jember (DWJ) ini.

Padahal, ratusan wisata mancanegara (wisman) sudah siap datang ke Jember dalam event pertama di Asia tersebut. Tahun ini, Festival JKJI memasuki tahun ketiga. Sebelumnya, sudah digelar pada 2018 dan 2019 lalu. “Sekitar 100 wisman sudah siap datang ke Jember untuk event ini. Dari Kuba dan Malaysia. Karena kami juga dibantu promosi oleh Pemprov Jatim, dan berharap dapat menarik wisatawan luar negeri,” imbuh Febrian.

Tahun lalu, gelaran ini dilaksanakan di Taman Botani Sukorambi. Event tersebut mengukuhkan Jember sebagai Kota Cerutu di Indonesia, sekaligus mengangkat potensi Jember. Yaitu, kopi, kakao, cokelat, dan tembakau yang sekaligus dapat mengangkat potensi ekonomi serta pariwisata di kabupaten setempat.

Festival JKCI sendiri merupakan event tahunan berskala internasional. Dengan dikenalnya Jember sebagai The City of Cigar Indonesia, diharapkan dapat meningkatkan minat beli pabrikan cerutu dunia terhadap tembakau dan bahan cerutu asli dari Jember.

Febrian menambahkan, event tersebut dikemas berbeda. Pihaknya mengombinasikan semua unsur lokal dalam JKCI. Kemasannya juga berbeda dengan Kuba. Meski pada 20 tahun lalu mereka membuat acara serupa dan mendapat hasilnya baru-baru ini saja dalam bentuk tourism. “Padahal wisatawan hanya datang untuk gala dinner saja,” ceritanya.

Tetapi, JKCI sudah merancang konsep sesuai budaya lokal. Dalam bentuk gathering sembari menikmati potensi wisata serta budaya Jember. “Kami kombinasikan, tapi tetap dengan bersama-sama mengisap cerutu Indonesia. Ini memang pertama di Asia, tahun lalu mereka antusias sekali,” bebernya.

Febrian berharap, pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Selain untuk menggeliatkan sektor perekonomian dan wisata, event-event yang dapat menarik wisman untuk datang ke Jember bisa kembali digelar dengan keanekaragaman acara dan budayanya. Salah satunya ada JKCI, sebuah agenda yang tak hanya bernilai wisata dan budaya, tapi juga untuk memperkenalkan produk Jember ke dunia internasional. Apalagi, tembakau sudah menjadi identitas serta sejarah bagi Kabupaten Jember.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih