Hotel dan Restoran Terancam Gulung Tikar

Dampak Wabah Covid-19

SEPI PENGUNJUNG: Pegawai sebuah restoran di Jember tengah menyiapkan pesanan pelanggan. Saat ini, wabah korona membuat hotel dan restoran di Jember merugi. Ini seiring menyusutnya jumlah tamu yang berkunjung.

KALIWATES.RADARJEMBER.ID- Apabila wabah korona (Covid-19) tidak segera berlalu, maka bisnis hotel dan restoran di Kabupaten Jember terancam gulung tikar. Gejala itu mulai dirasakan oleh para pengusaha.

IKLAN

“Hotel dan restoran di Kabupaten Jember benar-benar merasakan dampak dari korona ini. Tamu berkurang drastis bila dibandingkan ketika belum ada virus tersebut,” kata Teguh Suprayitno, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Jember.

Menurut pemilik hotel di Jalan Gajahmada Jember itu, PHRI mencatat tingkat hunian kamar tiap hotel di Kota Suwar-Suwir saat ini cuma berkisar antara 10-20% saja. Apalagi banyak instansi menunda acara kegiatan di hotel.

“Memasuki pekan kedua Maret ini, penyusutan tamu hotel dan restoran terus berlangsung. Bahkan beberapa hotel terpaksa merumahkan atau menambah hari libur karyawannya,” ucapnya.

Merosotnya tamu hotel dan restoran pasca meluasnya korona tersebut diamini oleh Andre Jaya Adi, salah seorang pelayan sebuah restoran donat ternama di areal pertokoan modern Jember. Bahkan restoran itu mempercepat jam tutup yakni pukul 20.00.

“Imbas korona terasa sekali dan restoran ini kehilangan konsumen 50 persen per hari. Karena korona pula, orang lebih memilih berdiam diri di rumah dan tidak mendatangi pusat keramaian seperti mall,” tuturnya. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Mahrus Sholih