Lima CJH Gagal Berangkat

Sebanyak 1.984 Jamaah Berangkat ke Asrama Haji Sukolilo

Kasi Haji dan Umroh Kemenag Jember Ahmad Tholabi

RADARJEMBER.ID – Pemberangkatan seluruh calon jamaah haji (CJH) dari Kabupaten Jember telah dilakukan pada Sabtu dan Minggu (19-21/7). Jamaah yang berangkat pada dini hari kemarin (20/7), sebanyak 1.984 orang. Mereka dipastikan sampai di Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya, pagi ini.

IKLAN

Proses pemberangkatan untuk tahap awal yaitu kelompok terbang (kloter) 43 dan 44 tergolong normal tanpa hambatan. Lancarnya pemberangkatan tersebut menurut Kasi Haji dan Umroh Kemenag Jember, Ahmad Tholabi, terjadi karena matangnya koordinasi serta kerjasama dari semua pihak.

“CJH yang diberangkatkan pada Jumat malam dan Sabtu dini hari berjalan lancar. Semoga pemberangkatan Kloter 45, 46, dan 47 juga bisa lancar. Karena besok (hari ini, Red) sudah harus masuk ke Asrama Haji Surabaya,” kata Achmad Tholabi.

Perkembangan terbaru pada pemberangkatan tersebut, menurutnya ada lima CJH yang gagal berangkat karena sakit ginjal. Kelima jamaah itu berasal dari Kecamatan Umbulsari, Ambulu, Arjasa, dan Mayang. Lantaran ada lima orang yang gagal berangkat, dua orang diantara keluarga mereka memutuskan untuk menunda keberangkatan haji. “Jadi yang berangkat seluruhnya yaitu 1.984 CJH,” terangnya.

Lima orang yang gagal berangkat menurutnya terjadi karena sakit ginjal. Penentuan boleh tidaknya, menurut Tholabi bukan kewenangan Kementerian Agama, tetapi langsung dari Kementerian Kesehatan.

“Kemenag hanya menjalankan tugas saja sesuai dengan pemeriksaan medis. Lima orang itu tidak bisa berangkat karena kesehatannya tidak memenuhi syarat. Itu juga diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 15 tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan Jamaah Haji,” paparnya.

Jamaah yang dinyatakan sakit dan direkomendasi agar tidak berangkat, menurutnya tidak bisa dipaksakan. Dia mencontohkan, pada musim haji yang lalu juga ada orang sakit ginjal yang memaksa berangkat. Pada saat di Asrama Haji Surabaya dia pun dinyatakan tidak bisa berangkat karena kesehatannya, sehingga harus kembali ke Jember. “Sampai di jember CJH yang sempat memaksa untuk tetap naik haji meninggal dunia,” jelasnya.

Lebih jauh, mereka yang dinyatakan tidak lolos kesehatannya memiliki kriteria khusus. Di antaranya, penyakitnya bersifat permanen stadium IV. Walaupun yang bersangkutan memiliki semangat besar tetapi tetap tidak diperbolehkan berangkat ke Tanah Suci.

“Gagal ginjal tidak bisa berangkat karena butuh cuci darah. Kalau di Arab mau cuci darah di mana. Ini berisiko. Bisa berangkat ke tanah suci tapi tidak bisa ikut haji atau di rumah sakit saja. Itu sama tidak haji. Apalagi kalau sudah parah, harus cuci darah seminggu sekali,” ujarnya.

Data yang dikumpulkan, jumlah warga ber KTP Jember yang rencananya berangkat ke Makkah sebenarnya ada sebanyak 2.039 orang. Namun, sejumlah 32 orang pindah mutasi sehingga berangkat dari luar Jember. Selanjutnya sebanyak 16 orang ada yang meninggal, sakit, serta menunda keberangkatannya. Kemudian, ditambah lagi lima orang yang sakit ginjal dan dua orang di antara keluarganya tidak jadi berangkat. Dengan demikian jumlah CJH yang berangkat dari Jember sebanyak 1.984 orang.

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih