Sepakat Tiadakan Kegiatan Rutin Lebaran

Satu Tujuan demi Kesehatan Masyarakat

KOMPAK: Forkopimda dan tokoh agama sepakat meniadakan sejumlah kegiatan rutin Lebaran demi mencegah penyebaran korona yang masih menjadi ancaman serius.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) masih menjadi ancaman nyata bagi siapa saja, termasuk warga Kabupaten Jember. Guna mendukung penanganan dan pencegahan penyebaran penyakit itu, beberapa kegiatan rutin yang biasa dilakukan pada Hari Raya Idul Fitri terpaksa ditiadakan. Butuh penyadaran dan kesadaran masyarakat untuk tidak berkerumun sementara waktu, demi menjaga kesehatan kita bersama.

IKLAN

Beberapa kegiatan rutin Lebaran yang diimbau untuk ditiadakan yakni takbir keliling, salat Idul Fitri di masjid dan lapangan, serta open house. Tiga agenda yang identik dengan momen berinteraksi bersama ini tentu penting ini disepakati bersama para tokoh dan forpimda untuk satu tujuan, yakni menangani korona agar tidak terus menjangkiti warga lainnya.

Imbauan takbir keliling untuk ditiadakan pada malam Idul Fitri, cukup dilaksanakan di masjid dan di musala oleh beberapa orang saja atau maksimal lima orang. Sementara warga lain yang tidak datang ke masjid diimbau untuk menghidupkan malam hari raya dengan berzikir, takbir, dan sebagainya di rumahnya masing-masing. Warga juga diimbau agar memohon pertolongan kepada Allah SWT agar penyakit Covid-19 segera dihilangkan dari muka bumi.

Sementara itu, agenda salat Idul Fitri yang rutin dilaksanakan di masjid, musala, dan lapangan setiap tahun juga diimbau untuk ditiadakan demi mencegah penyebaran wabah korona. Seluruh warga, petani, nelayan, buruh dan pengusaha, atau pegawai negeri sekalipun diimbau untuk melaksanakan salat Id berjamaah di rumahnya masing-masing bersama keluarga.

Rapat para tokoh dan forkopimda di Pendapa Wahyawibawagraha tersebut juga sepakat untuk meniadakan kegiatan rutin yang bisa dilakukan pasca salat Idul Fitri atau hari-hari berikutnya. Yakni tidak melaksanakan open house. Dalam arti, kegiatan silaturahmi halalbihalal Hari Raya Idul Fitri diimbau untuk tidak membuat kegiatan mengumpulkan banyak orang.

Para tokoh agama dan forkopimda sepakat merekomendasikan poin-poin imbauan tersebut demi satu tujuan, yakni mencegah penyebaran wabah korona. Dalam kaidah fiqhiyah dikenal dengan istilah dar’ul mafaasid muqoddamun ‘alan jalbil masyaalih, atau dengan kata lain menghindari kerusakan, harus lebih diutamakan daripada meraih kebaikan. Untuk itulah, takbir keliling, salat Idul Fitri di masjid atau lapangan, dan open house diimbau untuk ditiadakan.

Bupati Jember dr Faida MMR menyampaikan, sejumlah imbauan yang telah dirapatkan bersama forkopimda dan para tokoh agama agar diikuti oleh seluruh warga Jember atau siapa saja yang berlebaran di Jember. “Rapat bersama ini menindaklanjuti rapat video conference antara Forkopimda Provinsi Jawa Timur dan Forkopimda kabupaten/kota terkait pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri,” ungkapnya.

Faida menegaskan, poin-poin penting yang disepakati bersama tersebut langsung diedarkan ke sejumlah tempat di Jember. Tak hanya itu, pemkab juga bakal mengatur fasilitas umum selama Lebaran Idul Fitri. “Akan diterbitkan surat edaran berikutnya (untuk fasilitas umum, Red), terpisah dari urusan yang ada dalam surat edaran ini,” tegasnya.

Sekadar diketahui, sejumlah imbauan tersebut di atas lahir dari musyawarah bersama. Di antaranya Bupati Faida, Dandim 0824 Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin, serta Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono. Selain itu, mengajak Kepala Kemenag Jember H Muhammad, Ketua MUI Jember KH Prof Halim Subahar, Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin, PCNU Kencong KH Zainal Ghulam, Ketua Muhammadiyah Jember H Kusno, PD PMI Jember Hawari Hamim, serta beberapa tokoh lain.

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Istimewa

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti