Tahun Ini 15 Pasar Rakyat Direvitalisasi

RADARJEMBER.ID – Upaya Pemkab Jember mengubah citra pasar tradisional yang kumuh, becek, dan semrawut, terus dilakukan. Setelah merevitalisasi 12 pasar tradisional pada 2018 lalu, tahun ini pemerintah daerah kembali membangun pasar rakyat. Bahkan jumlahnya 15 pasar atau lebih banyak dari tahun sebelumnya.

IKLAN

Bupati Jember dr Hj Faida MMR menjelaskan, revitalisasi 15 pasar rakyat itu agar wajah pasar tradisional di kabupaten setempat lebih semringah dan dapat memikat masyarakat berbelanja. Dari jumlah itu, semua pasar yang bakal direvitalisasi berada di kawasan kecamatan pinggiran. Bahkan, juga ada yang di desa. Ini agar kebangkitan ekonomi rakyat lebih merata, dan bisa dinikmati oleh masyarakat yang ada di desa.

Menurut Faida, semua desain pasar tersebut dikonsep lebih modern dari sebelumnya. Targetnya, masyarakat bisa betah berbelanja, serta tak kalah bersaing dengan toko modern. Apalagi, saat ini toko-toko modern juga telah menjamur di berbagai wilayah di kecamatan. Bahkan, hingga ke desa-desa. Sesuai desain, selain lebih modern juga lebih nasionalis. “Karena semua catnya hanya dua warna, merah dan putih,” jelasnya.

Ke 15 pasar rakyat yang akan dibangun dan dikembangkan tahun ini adalah Pasar Balung Kulon, Pasar Balung Lama, Pasar Bangsalsari, Pasar Burung, Pasar Gladak Merah, Pasar Jenggawah, Pasar Mayang, Pasar Patrang, Pasar Puger, Pasar Rambipuji, dan Pasar Sempolan. Termasuk juga Pasar Sukosari, Pasar Sukowono, Pasar Tanggul, serta Pasar Wirolegi. Total anggaran yang dialokasikan dalam program ini mencapai hampir Rp 130 miliar.

Pembangunan fisik pasar ini merupakan tahap awal yang dilakukan pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat. Selain itu, secara bertahap, pengelolaan pasar-pasar tersebut juga menggunakan manajemen yang lebih baik. Salah satunya menerapkan retribusi elektronik atau e-retribusi dengan menggandeng pihak perbankan.

Reporter : Mahrus Sholih

Fotografer : Humas Pemkab Jember for Radarjember.id

Editor : Mahrus Sholih