Penjualan Daring Meningkat

 Kedai Kopi Gencarkan Promosi via Medsos

UBAH STRATEGI MARKETING: Salah satu kedai kopi di Jember kini menggiatkan promosi melalui media sosial dan pembelian lewat ojek daring. Peningkatan pembelian dari ojol cukup signifikan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kedai kopi kini menjadi perhatian khusus ketika wabah pandemi virus korona merebak. Sebab, polisi bakal membubarkan ketika ada kerumunan, termasuk di kedai kopi. Padahal, tempat seperti kafe dan warung kopi memang cocok digunakan untuk nongkrong.

IKLAN

Sementara itu, pemerintah gencar mengampanyekan physical distancing pembatasan jarak fisik, termasuk di Kabupaten Jember. Meski beberapa daerah sudah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), namun Jember belum menerapkannya. Kendati begitu, pembatasan jam operasional sudah diberlakukan, termasuk untuk kedai kopi yang ada di kawasan Kota Jember.

Kebijakan itu tentu berdampak terhadap para pengusaha kopi. Oleh karenanya, mereka harus memutar otak agar tetap bertahan di tengah badai korona ini. Salah satu jalan yang ditempuh adalah menggencarkan promosi daring (online) menggunakan media sosial. Model jualannya juga melalui pesan antar menggunakan jasa angkutan ojek online (ojol).

Jefry, pemilik salah satu kedai kopi di sekitar kampus Universitas Jember, mengatakan, saat ini kedai kopi yang dia kelola hanya buka selama 12 jam. Mulai dari pukul 10 pagi, dan maksimal pukul 22.00 malam sudah tutup. “Praktis, hanya 12 jam,” ungkapnya.

Pengurangan jam operasional ini memiliki efek domino. Dirinya juga sudah mengurangi jam kerja karyawannya. “Jam kerjanya juga sudah dikurangi. Kami bagi ke beberapa sif,” imbuhnya.

Kendati begitu, dia mengaku optimistis dapat melalui situasi sulit di tengah pandemi Covid-19 ini. Sebab, meski pengunjung yang datang langsung ke kedai kopi miliknya ada penurunan, tapi di saat bersamaan, penjualan melalui daring mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dia menjalin kerja sama dengan penyedia jasa layanan antar yang dilakukan oleh ojol. Menurut Jery, peningkatannya mencapai 30 persen.

Kan orang juga takut kalau beli minuman dari luar. Maka dari itu, kami gencarkan promosi juga di media sosial. Dan fokus pembelian dari ojek online ini. Dari pihak kedai juga tidak memperbolehkan minum di tempat,” pungkas Jefry.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih