Menengok Kondisi Pedagang di Pantai Watu Ulo Pasca Ditutup

Sepi Pembeli, Pemilik Warung ‘Gigit Jari’

SEPI: Pemilik warung di Pantai Wisata Watu Ulo tak lagi dikunjungi wisatawan. Dagangan mereka sepi setelah tempat wisata itu ditutup oleh pemerintah daerah demi mencegah penularan virus korona.

AMBULU.RADARJEMBER.ID- Tiupan angin laut mampu mendinginkan suasana terik di pinggir Pantai Watu Ulo. Hanya saat itu, Jumat (20/3), kondisi pantai tak seperti biasanya. Sepekan terkhir, tempat tersebut lengang dan sepi, setelah virus korona (Covid-19) mulai merebak.

IKLAN

Aroma ikan bakar pun kini tidak lagi tercium dari warung kuliner di atas hamparan pasir. Mobil dan motor segan untuk merapat karena wisatawan memang dilarang masuk ke tempat tersebut. Bahkan pemilik warung terlihat santai sambil berselonjor di atas bangku panjang. Untuk melepas suntuk, para pedagang mendengarkan lagu dangdut koplo. Sesekali mereka terlihat ikut berdendang.

Meski terlihat bergembira. Tapi sebenarnya para pedagang itu sedang susah. Beberapa kali, mereka juga menyampaikan keluh kesah. Cerita tentang kegelisahan para pedangan membuat orang yang mendengar merasa iba. Karena saat ini, warung mereka tidak lagi disambangi pembeli.

“Dulu sebelum ada korona melanda, minimal saya bisa mendapatkan keuntungan bersih Rp 100 ribu per hari. Tapi seminggu ini warung sepi dan cuma ada satu atau dua orang makan di sini. Itupun mereka nekat masuk ke sini,” ungkap Mbok Sukur, pemilik warung ikan bakar di Pantai Watu Ulo.

Walaupun ada saja pengunjung yang nekat menerobos masuk tanpa sepengetahuan petugas penjaga, namun tetap saja kehadiran mereka belum mampu mendongkrak penghasilan pedagang. Seperti dikatakan oleh Cak Man, pemilik warung ikan bakar tak jauh dari warung Mbok Sukur.

“Kalau ada orang kemari paling cuma pesan es teh. Itu pun harganya tidak seberapa cuma bisa buat membeli pembersih piring saja,” jelasnya.

Baik Mbok Sukur maupun Cak Man, tidak berani memasak menu berlebih dan berharap dapat meraup keuntungan. Mengingat virus korona saat ini masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Apalagi Pemkab Jember sudah menutup tempat wisata itu untuk mengantisipasi menyebarnya virus tersebut. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Mahrus Sholih