Curi Kotak Amal karena Kepepet

FAKTOR EKONOMI: Petugas menginterogasi Afir, yang telah mencuri dua kotak amal dari Masjid Nurul Huda, Panti. Dia dikenakan sanksi tindak pidana ringan (tipiring).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berada dalam kondisi terimpit kebutuhan ekonomi, tak jarang membuat seseorang berbuat nekat yang berujung perbuatan pidana. Seperti yang dilakukan Arif, 57, warga Dusun Sumber Kembang, Desa Pakis, Kecamatan Panti. Dia nekat mencuri kotak amal Masjid Nurul Huda di Dusun Krajan, Desa Wonosari, Kecamatan Puger, Selasa (21/1) sekitar pukul 09.00 WIB. Akibat kejadian itu, Arif harus berurusan dengan polisi.

IKLAN

Selain menangkap Arif, polisi juga mengamankan barang bukti berupa dua kotak amal serta peralatan yang digunakan untuk membongkar kotak tersebut. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Arif menjalani pemeriksaan di Polsek Puger. Namun, karena kerugian hanya sedikit, Arif hanya mendapat sanksi tindak pidana ringan (tipiring).

Berdasarkan sumber di lapangan, Arif datang ke masjid itu dan berpura-pura mandi. Setelah melihat situasi aman, dia langsung menggasak dua kotak amal yang berisi uang total Rp 797.500 ribu dan langsung meninggalkan lokasi.

Tak lama berselang, takmir masjid kaget saat melihat dua kotak amal yang seharusnya berada di masjid hilang. Dirinya langsung berusaha melakukan pencarian. Berbekal informasi dari beberapa saksi, akhirnya upaya pencarian itu membuahkan hasil. Arif berhasil diamankan berikut barang buktinya.

Di hadapan petugas, Arif mengaku butuh uang hingga akhirnya nekat mencuri kotak amal tersebut. Kapolsek Puger AKP Ribut Budiono menuturkan, Arif melakukan aksinya hanya seorang diri. “Sebelum ini pelaku juga pernah melakukan aksi pencurian pada tahun 2017 lalu. Tapi karena nilai kerugiannya tidak seberapa, dia hanya disanksi berupa tindak pidana ringan,” pungkasnya.

Reporter : Jumai

Fotografer : Istimewa

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti