Libatkan Muspika dalam Penyampaian Visi Misi

Pilkades Guyub Rukun

RADAR JEMBER.ID – Penyampaian visi dan misi Calon Kepala Desa (Cakades) Desa Petung, Kecamatan Bangsalsari, berlangsung di balai desa mulai kemarin (20/8). Agar suasana tetap kondusif, panitia melibatkan berbagai unsur muspika, tokoh masyarakat, dan perwakilan saksi dari masing-masing calon. “Dari dua calon di desa kami, mereka dikasih waktu 15 menit untuk menyampaikan programnya,” kata Darus Salam, panitia Pilkades Petung.

IKLAN

Dia mengajak seluruh jajaran saksi dan undangan deklarasi pilkades damai bersama kedua calon kades. Langkah itu untuk merekatkan tali persaudaraan semua jajaran yang terlibat di dalam kontestasi pilkades.

Darus menjelaskan, regulasi perbup memberikan wewenang penuh kepada panitia dalam menentukan mekanisme penyampaian visi misi itu, pihaknya masih menawarkan ke cakades. Apakah apa model debat, sesi tanya jawab, atau hanya sosialisasi. Namun, semua calon menyepakati hanya sosialisasi saja.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Alwy Qosim, ketua pilkades di Desa Lampeji, Kecamatan Mumbulsari. Dia mengatakan bahwa mekanisme yang disediakan oleh panitia dalam pelaksanaan sosialisasi pilkades di desanya adalah prioritas keamanan. “Kita telah koordinasi dengan jajaran muspika, polsek, dan koramil. Agar penyampaian itu bisa benar-benar kondusif,” jelasnya.

Panitia memutuskan tidak ada sesi tanya jawab, karena bisa berpotensi konflik. Selain itu, para cakades enggan untuk ada tanya jawab. Selain ketentuan tersebut, Alwy juga melarang penyampaian visi misi berbau SARA atau mencela yang lain.

Di Desa Jambearum, Kecamatan Puger, ketua panitia pilkades, Sholihin menjelaskan bahwa penyampaian visi misi di desanya berlangsung pada Selasa malam. Keputusan itu setelah pihaknya  berkoordinasi dengan jajaran Muspika Puger.

“Kalau Jambearum itu insyaallah sudah kondusif.  Waktunya kebetulan bareng dengan Desa Wringintelu, jadi sosialisasinya malam,” ungkapnya. Dua kandidat cakades dijatah minimal 30 menit dan maksimal 40 menit untuk pidato atau orasi. “Mereka diwajibkan menyampaikan visi misi yang secukupnya saja, tidak muluk-muluk,” jelasnya. (*)

Reporter : Maulana

Fotografer : Grafis Reza

Editor : Bagus Supriadi