PO Bus Kian Kembang Kempis

Akibat PSBB Malang-Surabaya

LENGANG: Aktivitas di Terminal Tawang Alun Jember, Rabu (20/5) kemarin. Tampak hanya terlihat satu bus yang tengah beroperasi tapi tak memiliki penumpang. 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pembatasan sosial berskala besar atau PSBB yang dilakukan di dua wilayah turut berdampak terhadap operasional perusahaan otobus (PO). Sebab, sejak Surabaya dan Malang memutuskan PSBB, hal itu membuat bus yang biasanya wira-wiri atau keluar masuk di Terminal Tawang Alun seketika mati suri.

IKLAN

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, terminal terbesar di Jember itu menunjukkan hanya ada aktivitas angkutan kota (angkot) dan angkutan perdesaan (angdes). Sebab, hanya bus yang memang dibatasi jam operasional, hal itu terlihat dari kedua lajur keluar masuk khusus bus di Tawang Alun yang ditutup oleh petugas.

“Iya, karena ada PSBB Surabaya dan Malang itu. Jadi, terminal ditutup,” jelas Farid, salah satu petugas di Tawang Alun. Penutupan itu khusus jalur bus.Sebab, banyaknya bus Jember yang memiliki trayek Jember-Surabaya dan sekitarnya ataupun ke Jember-Malang sampai Jogjakarta.

Meskipun ditutup, sebenarnya bus masih bisa beroperasi. Namun, banyak PO bus yang memilih memarkir armada mereka ke garasi. Alasannya, karena sulit mendapat penumpang dan tak sebanding dengan ongkos perjalanan atau bahan bakar. Kendati kesulitan mendapat penumpang itu benar dirasakan betul oleh sopir dan kondektur bus. “Ini sejak siang tadi baru dapat tiga penumpang, mau ke Banyuwangi,” keluh Hermanto, salah seorang sopir bus tujuan Banyuwangi.

Informasinya, PSBB di Malang sudah berjalan sejak Minggu(17/5) kemarin dan berlaku sampai dua pekan kemudian atau 30 Mei mendatang. Sedangkan PSBB di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik berlaku sampai 25 Mei. Meski begitu, ada banyak kemungkinan PSBB itu akan diperpanjang karena melihat situasi dan perkembangan wabah Covid-19 yang terkini.

 

Reporter : Maulana

Fotografer : Maulana

Editor : Mahrus Sholih