Bulan Puncak Penjualan Omzet Malah Turun

OMZET TURUN: Penjualan beras di bulan Ramadanpandemi Covid-19 saat ini mengalami penurunan. Omzet para pedagang beras pun juga ikut berkurang.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Stok pangan, khususnya beras di wilayah Kabupaten Jember, dinyatakan aman selama bulan Ramadan dan Lebaran nanti. Para pedagang bahan-bahan kebutuhan pokok menyebutkan, stok masih cukup dan tidak ada kendala dalam distribusi beras hingga sekarang ini.

IKLAN

Hanya saja, mereka mengaku, penjualan beras selama wabah virus korona ini menurunketimbang penjualan ketika bulan puasa tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut diungkapkan oleh Gunawan, salah satu pengusaha beras di Jember.

“Kalau kondisi normal, bulan puasa seperti sekarang ini puncak-puncaknya penjualan beras. Kalau bulan-bulan lainnya, kondisi normal penjualan beras bisa mencapai 30-40 ton. Hanya untuk wilayah Tapal Kuda saja,” tuturnya.

Tetapi, saat pandemiCovid-19 dirinya mengaku, menurunnya penjualan beras tersebut mencapai 50 persen. Penurunan persentase penjualan tersebut tentu berdampak pada omzet yang dia dapat.Gunawan membenarkan bahwa pasokan beras di kondisi saat ini masih aman. “Karena Jember dan Banyuwangi masih masa-masa panen. Kami mengambil stok gabah atau padi dari Kabupaten Banyuwangi,” lanjut dia.

Kondisi di Pasar Tanjung pun, beberapa pedagang masih mengeluhkan berkurangnya konsumen mereka di masa wabah. Salah satu pedagang beras di Pasar Tanjung, yakni Lasiani menurutkan, meski harga beras sekarang ini cukup stabil menjelang Hari Raya Idul Fitri,penjualannya berkurang cukup signifikan. “Sekarang beras dijual berkisar harga Rp 10 ribu sampai Rp 12 ribu perkilogramnya, tergantung pada kualitas beras itu,” jelasnya.

Hanya saja, dia menambahkan, daya beli masyarakat memang menurun. Selain beras, kebutuhan pokok lainnya, seperti gula juga mulai merangkak naik harganya. Sempat mengalami kenaikan harga, tapi saat ini berangsur turun, meskipun masih dalam takaran harga yang cukup mahal. Sebelumnya, ketika bulan Ramadan normal, harga gula berkisar Rp 12 ribu perkilogram. Namun, kini dijual dengan Rp 16 ribu per kilogram.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Mahrus Sholih