alexametrics
20.3C
Jember
Wednesday, 21 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Menyusuri Rel Sejauh 690 Meter

Terowongan Kereta Terpanjang Kedua di Indonesia

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sore itu, hujan disertai angin mengguyur kawasan sekitar Terowongan Kereta Api Mrawan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Dari dalam terowongan, tampak lampu penerangan berjajar. “Awas, hati-hati kalau ada kereta,” teriak warga sekitar kepada Jawa Pos Radar Jember dari kejauhan.

Sementara itu, muncul satu cahaya di tengah terowongan yang redup, tapi terus mendekat. Tanpa bunyi klakson kereta, atau suara roda kereta yang menggesek rel kereta, cahaya itu terus mendekat. Prak, prak, prak, bunyi langkah sepatu salah seorang pria dari dalam terowongan. Gelagatnya kian jelas. “Baru memantau rel kereta api di dalam terowongan,” ucap petugas jaga terowongan (PJTW), Budi Hartono.

Ya, inilah yang menjadi tugasnya di Terowongan Mrawan. Hal itu dia lakukan untuk mengantisipasi berbagai hal yang terjadi pada akses terowongan setiap kali ada kereta yang hendak melintasi terowongan. Pengamanan tersebut dilakukan dengan berjalan kali dari ujung terowongan ke ujung lainnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Terowongan Mrawan berada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Terowongan yang membelah Gunung Gumitir ini terletak di antara Stasiun Mrawan dan Stasiun Kalibaru di KM 30+777. Pelaksana Harian (Pelakhar) Manajer Humas Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember Radhitya Mardika Putra memaparkan, sampai saat ini, terowongan dengan panjang 690 meter tersebut merupakan terowongan aktif terpanjang kedua di Indonesia. Setelah Terowongan Sasaksaat yang terletak di Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, dengan panjang terowongan sepanjang 949 kilometer.

Saat ini, terowongan yang berada di bawah Daerah Operasi IX Jember itu dilewati oleh kereta api jarak jauh seperti Mutiara Timur Siang, Mutiara Timur Malam, Sri Tanjung, Tawang Alun, dan kereta api lokal seperti Pandanwangi dan Probowangi. “Selain itu, Terowongan Mrawan dilewati lori wisata Kalibaru-Mrawan yang diresmikan pada Maret 2016,” tandasnya.

Jurnalis : Isnein Purnomo

Fotografer: Dwi Siswanto

Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sore itu, hujan disertai angin mengguyur kawasan sekitar Terowongan Kereta Api Mrawan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Dari dalam terowongan, tampak lampu penerangan berjajar. “Awas, hati-hati kalau ada kereta,” teriak warga sekitar kepada Jawa Pos Radar Jember dari kejauhan.

Sementara itu, muncul satu cahaya di tengah terowongan yang redup, tapi terus mendekat. Tanpa bunyi klakson kereta, atau suara roda kereta yang menggesek rel kereta, cahaya itu terus mendekat. Prak, prak, prak, bunyi langkah sepatu salah seorang pria dari dalam terowongan. Gelagatnya kian jelas. “Baru memantau rel kereta api di dalam terowongan,” ucap petugas jaga terowongan (PJTW), Budi Hartono.

Ya, inilah yang menjadi tugasnya di Terowongan Mrawan. Hal itu dia lakukan untuk mengantisipasi berbagai hal yang terjadi pada akses terowongan setiap kali ada kereta yang hendak melintasi terowongan. Pengamanan tersebut dilakukan dengan berjalan kali dari ujung terowongan ke ujung lainnya.

Mobile_AP_Half Page

Terowongan Mrawan berada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Terowongan yang membelah Gunung Gumitir ini terletak di antara Stasiun Mrawan dan Stasiun Kalibaru di KM 30+777. Pelaksana Harian (Pelakhar) Manajer Humas Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember Radhitya Mardika Putra memaparkan, sampai saat ini, terowongan dengan panjang 690 meter tersebut merupakan terowongan aktif terpanjang kedua di Indonesia. Setelah Terowongan Sasaksaat yang terletak di Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, dengan panjang terowongan sepanjang 949 kilometer.

Saat ini, terowongan yang berada di bawah Daerah Operasi IX Jember itu dilewati oleh kereta api jarak jauh seperti Mutiara Timur Siang, Mutiara Timur Malam, Sri Tanjung, Tawang Alun, dan kereta api lokal seperti Pandanwangi dan Probowangi. “Selain itu, Terowongan Mrawan dilewati lori wisata Kalibaru-Mrawan yang diresmikan pada Maret 2016,” tandasnya.

Jurnalis : Isnein Purnomo

Fotografer: Dwi Siswanto

Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sore itu, hujan disertai angin mengguyur kawasan sekitar Terowongan Kereta Api Mrawan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Dari dalam terowongan, tampak lampu penerangan berjajar. “Awas, hati-hati kalau ada kereta,” teriak warga sekitar kepada Jawa Pos Radar Jember dari kejauhan.

Sementara itu, muncul satu cahaya di tengah terowongan yang redup, tapi terus mendekat. Tanpa bunyi klakson kereta, atau suara roda kereta yang menggesek rel kereta, cahaya itu terus mendekat. Prak, prak, prak, bunyi langkah sepatu salah seorang pria dari dalam terowongan. Gelagatnya kian jelas. “Baru memantau rel kereta api di dalam terowongan,” ucap petugas jaga terowongan (PJTW), Budi Hartono.

Ya, inilah yang menjadi tugasnya di Terowongan Mrawan. Hal itu dia lakukan untuk mengantisipasi berbagai hal yang terjadi pada akses terowongan setiap kali ada kereta yang hendak melintasi terowongan. Pengamanan tersebut dilakukan dengan berjalan kali dari ujung terowongan ke ujung lainnya.

Terowongan Mrawan berada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Terowongan yang membelah Gunung Gumitir ini terletak di antara Stasiun Mrawan dan Stasiun Kalibaru di KM 30+777. Pelaksana Harian (Pelakhar) Manajer Humas Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember Radhitya Mardika Putra memaparkan, sampai saat ini, terowongan dengan panjang 690 meter tersebut merupakan terowongan aktif terpanjang kedua di Indonesia. Setelah Terowongan Sasaksaat yang terletak di Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, dengan panjang terowongan sepanjang 949 kilometer.

Saat ini, terowongan yang berada di bawah Daerah Operasi IX Jember itu dilewati oleh kereta api jarak jauh seperti Mutiara Timur Siang, Mutiara Timur Malam, Sri Tanjung, Tawang Alun, dan kereta api lokal seperti Pandanwangi dan Probowangi. “Selain itu, Terowongan Mrawan dilewati lori wisata Kalibaru-Mrawan yang diresmikan pada Maret 2016,” tandasnya.

Jurnalis : Isnein Purnomo

Fotografer: Dwi Siswanto

Editor: Lintang Anis Bena Kinanti

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2
×

Info!

Mau Langganan Koran, Info Iklan Cetak dan Iklan Online

×Info Langganan Koran