Bersih-Bersih Patung Jelang Imlek

PERSIAPAN: Warga Tionghoa membersihkan benda-benda yang berada di tempat ibadah mereka menjelang perayaan Imlek.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jelang Hari Raya Imlek tanggal 25 Januari mendatang, para warga etnis Tionghoa mulai mengerjakan persiapan jelang hari besar mereka. Seperti di Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Pay Lien San, yang berada di Desa Glagahwero, Kecamatan Panti. Sejumlah kalangan etnis Tionghoa bergotong royong membersihkan benda-benda yang ada di tempat ibadah mereka seperti patung dewa dan altar, sebagai ritual wajib menyambut tahun baru dalam sistem penanggalan tradisionalnya.

IKLAN

Hery Nofem Stadiono, Wakil Ketua Pengurus TITD Pay Lien San Jember, mengungkapkan, pihaknya memang memiliki tradisi bersih-bersih menjelang perayaan Imlek. Membersihkan ruangan tempat mereka ibadah, halaman, dan benda-benda yang ada. “Tujuannya agar tempat ibadah ini menjadi bersih saat hari Imlek nanti,” ungkapnya.

Dalam kepercayaan Tri Dharma, ritual membersihkan patung dewa dan altar tempat mereka beribadat ini memiliki makna khusus. “Karena yang datang ke tempat ibadat ini kan tidak selalu orang baik. Bisa juga orang jahat. Namanya juga tempat ibadat, bisa didatangi siapa saja,” jelas Hery.

Menurut kepercayaan Tri Dharma, mereka yang sudah berbuat dosa akan kembali dalam kondisi hati dan rohani yang bersih setelah pulang beribadat dan berdoa di TITD. Sedangkan dosa-dosa mereka akan tertinggal sebagai kotoran di tempat ibadat. “Makanya, di sini kita bersihkan patung dewa-dewa, setahun sekali. Karena selama ini sudah sering menerima kotoran dari orang-orang yang kurang baik,” jelas pria yang memiliki nama alias Yap Sui Liong ini.

Dalam kegiatan bersih-bersih itu, banyak puluhan patung yang dipindahkan ke halaman TITD untuk sementara waktu. Selain membersihkan, mereka juga memandikan patung itu. Setidaknya ada beberapa tahapan dalam pembersihan patung dewa itu. Dimulai dari membersihkan patung seperti biasa, lalu diusap dengan air sabun, hingga memakai sampo biasa. “Lalu kita sucikan dengan air bunga biar suci,” sambung Hery.

Berikutnya, patung tersebut dibilas dengan air teh agar tidak didatangi rayap atau serangga lain. Terakhir, patung dewa di basuh dengan air cendana. “Pakai air atau minyak cendana supaya harum. Sehingga kalau harum kita bisa lebih khusyuk beribadat,” jelas Hery.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Istimewa

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti