alexametrics
24.4C
Jember
Tuesday, 19 January 2021
Mobile_AP_Top Banner

Bangun Pasar Pertanian, Sediakan Lahan Dagang

Desktop_AP_Leaderboard
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sektor pertanian Jember tak kalah dibandingkan dengan daerah lain. Apalagi pada pertanian tembakau dan kopinya. Sayangnya, cuaca dan pandemi Covid-19 menjadikan pergerakan hasil panennya menjadi terhambat.

Oleh karena itu, calon bupati dan wakil bupati (cabup-cawabup) Faida dan Dwi Arya Nugraha Oktavianto menggagas beberapa program yang bisa meningkatkan kualitas para petani dan hasil panennya. “Pertama, kami bakal menyediakan brigade alat mesin pertanian untuk setiap kelompok tani,” papar Vian.

Adanya alat dalam setiap pertanian di Jember itu sangat penting. Dengan begitu, proses bercocok tanamnya akan lancar dan bisa menghasilkan produk yang bagus untuk dijual.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pihaknya juga bakal menyediakan satu balai penyuluh pertanian pada setiap kecamatan, dan satu penyuluh pertanian per desa atau kelurahan. Para penyuluh ini berfungsi sebagai perantara para petani dengan pemerintah. “Mereka juga berperan sebagai motivator para petani tembakau dan kopi dalam setiap proses bercocok tanam hingga masa panen tiba,” ungkapnya.

Jika terjadi suatu kendala, para petani bisa segera berkonsultasi dengan para penyuluh untuk selanjutnya disampaikan kepada pemerintah. “Sambil lalu, kami juga bakal membangun pasar pertanian,” gagasnya. Semua hasil panen bisa dipasarkan di pasar pertanian yang pemerintah bangun.

Vian memaparkan bahwa pihaknya juga bakal membentuk dan mengaktifkan brigade hama. “Hama menjadi kendala yang sering kali merugikan para petani dalam bercocok tanam,” tegasnya. Karena itu, brigade hama ini sangat diperlukan untuk memberantas organisme pengganggu tanaman (OPT).

Untuk membantu para petani dalam mengembangkan setiap produk pertanian mereka masing-masing, pihaknya juga bakal membangun laboratorium dan klinik pertanian keliling. “Jadi, mereka tak hanya terpaku pada hasil panen yang langsung dipasarkan,” pungkasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sektor pertanian Jember tak kalah dibandingkan dengan daerah lain. Apalagi pada pertanian tembakau dan kopinya. Sayangnya, cuaca dan pandemi Covid-19 menjadikan pergerakan hasil panennya menjadi terhambat.

Oleh karena itu, calon bupati dan wakil bupati (cabup-cawabup) Faida dan Dwi Arya Nugraha Oktavianto menggagas beberapa program yang bisa meningkatkan kualitas para petani dan hasil panennya. “Pertama, kami bakal menyediakan brigade alat mesin pertanian untuk setiap kelompok tani,” papar Vian.

Adanya alat dalam setiap pertanian di Jember itu sangat penting. Dengan begitu, proses bercocok tanamnya akan lancar dan bisa menghasilkan produk yang bagus untuk dijual.

Pihaknya juga bakal menyediakan satu balai penyuluh pertanian pada setiap kecamatan, dan satu penyuluh pertanian per desa atau kelurahan. Para penyuluh ini berfungsi sebagai perantara para petani dengan pemerintah. “Mereka juga berperan sebagai motivator para petani tembakau dan kopi dalam setiap proses bercocok tanam hingga masa panen tiba,” ungkapnya.

Jika terjadi suatu kendala, para petani bisa segera berkonsultasi dengan para penyuluh untuk selanjutnya disampaikan kepada pemerintah. “Sambil lalu, kami juga bakal membangun pasar pertanian,” gagasnya. Semua hasil panen bisa dipasarkan di pasar pertanian yang pemerintah bangun.

Vian memaparkan bahwa pihaknya juga bakal membentuk dan mengaktifkan brigade hama. “Hama menjadi kendala yang sering kali merugikan para petani dalam bercocok tanam,” tegasnya. Karena itu, brigade hama ini sangat diperlukan untuk memberantas organisme pengganggu tanaman (OPT).

Untuk membantu para petani dalam mengembangkan setiap produk pertanian mereka masing-masing, pihaknya juga bakal membangun laboratorium dan klinik pertanian keliling. “Jadi, mereka tak hanya terpaku pada hasil panen yang langsung dipasarkan,” pungkasnya.

Mobile_AP_Half Page
Desktop_AP_Half Page

Berita Terbaru

Desktop_AP_Rectangle 1

Wajib Dibaca