Kondisi Kiai Lutfi juga Membaik

Jamaah Sudah Sehat Semua

KIAN BUGAR: Boby Muhammad Jaya Hartono (kanan) saat berfoto bersama Kiai Lutfi (tengah) di hotel tempat menginap jamaah haji kloter 44 di Kota Makkah, Arab Saudi.

MAKKAH, RADAR JEMBER.ID– Puncak ibadah haji telah selesai. Semua rangkaian panjang rukun haji mulai dari wukuf hingga tawaf telah dilalui. Kondisi kesehatan jamaah haji Jember juga tidak ada kendala berarti. Bahkan, mereka yang sakit parah mulai pulih dan bugar, termasuk kondisi kesehatan KH Muhammad Luthfi.

IKLAN

Pada awal jamaah haji Jember datang ke Makkah, Kiai Lutfi terkena serangan jantung mendadak. Bahkan, Pengasuh Ponpes Madinatul Ulum Jenggawah tersebut sampai dilarikan ke rumah sakit dan menjalani operasi di King Abdullah Medical City. “Kiai Lutfi jadi operasi di Arab Saudi. Kondisinya sudah membaik dan sudah pulang dari rumah sakit pada 16 Agustus kemarin,” ucap Boby Muhammad Jaya Hartono, jamaah haji kloter 44 Jember.

Kiai Lutfi juga telah kembali ke hotel bersama jamaah haji dari Jember lainnya. Boby mengaku, banyak orang Jember yang bertanya tentang kondisi terakhir Kiai Lutfi. Pria asal Balung Jember itu juga mulai menjenguk sang kiai. “Kondisi kesehatan baik, sudah bisa berbicara lancar juga,” katanya.

Sementara itu, tambah Boby, kondisi jamaah haji kloter 44 dari Jember lainnya juga baik. “Alhamdulillah baik semua,” paparnya, melalui percakapan jarak jauh dengan Radarjember.id.

Usai melakukan rangkaian rukun haji, tambah dia, tidak semua jamaah haji Jember itu melakukan sunah umrah. Mereka yang tidak sunah umrah memilih beristirahat di hotel. Boby mengaku, jamaah haji kloter 44, khususnya rombongan 10, yang ingin ikut sunah umrah harus mengatur ritme agar tak sampai kelelahan. “Rata-rata, rombongan 10 itu lansia. Kalau ikut semua sunah umrah, dengkulnya (lutut, Red) bisa copot. Makanya harus diatur ritmenya,” imbuhnya.

Kondisi kesehatan yang baik juga sama di kloter 43. Total jamaah haji Jember yang sakit di kloter 43 ada empat orang. Mereka sampai menjalani rawat inap di rumah sakit. Namun, kondisi itu dialami sebelum dimulainya pelaksanaan rukun haji. “Sekarang semuanya sudah keluar dari rumah sakit dan telah membaik,” paparnya.

Jamaah haji yang sakit dan telah membaik salah satunya Asdin asal Sukowono. Dia sakit batu empedu. Sakitnya itu baru diketahui ketika sampai di Makkah. Tiga orang yang sakit lainnya menderita asma bronchiale, prolap uteri, dan patah tulang. “Alhamdullah, semua baik dan mereka yang dulunya sakit bisa menyelesaikan rukun haji,” pungkasnya. (*)

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih