Dari Lansia untuk Lansia

BENTUK KASIH SAYANG: Widad Musytahar diberikan penghargaan dari Bupati Jember dr Faida MMR atas jasanya sebagai penggiat kemanusiaan. Selain itu juga pengiat budaya ludruk, reog, campursari, kuda lumping, senam lansia, taman baca, olahragawan lansia, hingga penjaga situs purbakala juga dapat penghargaan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – KEBAHAGIAN tecermin pada tiga ribu lansia yang hadir di Festival Lansia di Alun-Alun Jember, kemarin (18/8). Mereka begitu antusias menggerakkan tangan, kaki, dan tubuh mereka. Senam lansia itu membuat mereka bugar, senang, dan sehat bersama.

IKLAN

Usai senam, mereka mengonsumsi bersama makanan sehat plus minum jamu. Minuman tradisional yang menyehatkan itu langsung didatangkan dari seratus pembuat jamu yang juga sebagai lansia. Kebahagiaan juga tecermin pada para lansia yang membutuhkan alat kesehatan. Kursi roda, alat bantu dengar, dan walker, alat bantu jalan, diberikan pada mereka.

Para lansia itu tertawa bersama. Ada yang berjumpa teman lamanya, ada pula yang bernyanyi, dan berjoget bersama. Sajian line dance, fashion show, live musik juga dibawakan para lansia. Grup band para pensiunan yang disingkat Parapen Band juga jadi pelipur lara musik tahun 70-an.

FUN BARENG: Kamto (Kanan) vokalis Parapen Band mengibur para lansia dengan musik yang hits di era 80 an.

Aliran musik para lansia seperti keroncong, pop, rock, hingga country dibawakan para lansia juga. “Semua itu dari lansia dan untuk lansia. Katering juga dari lansia, musik, hingga gelar produk UMKM juga dari lansia,” kata Wahyu Setyo Handayani, Plt Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Jember.

Wahyu menerangkan, total peserta lansia yang ikut berjumlah tiga ribu orang dari karang werda dan 29 komunitas lansia. Seperti para veteran Legiun Veteren Republik Indonesia (LVRI), para pensiunan Pemda Jember, komunitas Tionghoa, dan lainnya.

“Tema festival lansia tahun ini adalah SDM unggul, Indonesia maju diwujudkan dengan lanjut usia yang bermartabat, sejahtera, dan mandiri,” pungkasnya.

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Bagus Supriadi