Mengaku Jadi Korban Arisan Online, Ibu-Ibu Lapor Polisi

BIKIN LAPORAN: Tiga perempuan yang mengaku menjadi korban arisan online melapor ke Polsek Kencong. Para korban meminta polisi mengusut kasus tersebut.

KENCONG.RADARJEMBER.ID – Siti Maisaroh, 24, warga Dusun Krajan 2, RT 001/RW 021, Desa/Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, terpaksa mendatangi Kantor Polsek Kencong, Selasa (19/5). Dia mengaku sudah menjadi korban arisan online yang diketuai DT, warga Desa Kraton, Kecamatan Kencong.

IKLAN

Korban mengaku, arisan online yang diikuti puluhan ibu-ibu itu tidak terbayarkan penuh. Padahal arisan yang diikutinya tersebut setiap 10 hari harus membayar Rp 220 ribu. Tapi saat menerima ung arisan pada 2 Mei, dana yang seharusnya diperoleh Rp 5 juta, hanya diterima Rp 3.370.000. Bahkan beberapa ibu lainnya ada yang tidak terima sama sekali uang arisan online tersebut.

Anggota arisan itu merasa panik setelah ponsel DT tak bisa lagi dihubungi. Apalagi dalam pesan WhatsApp yang dikirim medio Mei, terlapor terkesan melepas tanggung jawabnya sebagai ketua arisan. “Mohon maaf mbak saya baru bisa balas, saya baru kemarin pulang,” ujar Siti, menceritakan isi pesan yang dikirim oleh terlapor.

Menurut Siti, yang ditemani beberapa ibu lainnya, dirinya terpaksa melapor ke polsek karena tidak iktikad baik dari DT untuk menyelesaikan tanggungannya. Karena awalnya, para korban mengaku mengajak menuntaskan masalah itu secara kekeluargaan. “Ternyata selalu menolak. Apalagi sekarang ibu-ibu yang menjadi korban sangat butuh untuk kebutuhan Lebaran nanti,” tutur Siti.

Ternyata bukan hanya Siti yang menjadi korban, Indah Dewi, 30, dan Dian, 22, juga mengalami nasib serupa. Dua warga Desa/Kecamatan Jombang tersebut mengaku menjadi korban arisan online yang diketuai DT.

Kapolsek Kencong AKP Saidi melalui Briptu Zakaria membenarkan telah menerima laporan warga yang ikut arisan online. Mereka mengaku menjadi korban arisan yang diketuai DT tersebut. (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih