80 Persen Sisa Oksigen Tak Termanfaatkan

Akademisi dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jember (Unej) : Hari Sulistyowati

RADAR JEMBER.ID – Universitas Jember dan Alun-Alun Jember menjadi paru-paru kota Jember. Banyak yang menghabiskan waktu di tempat ini dengan bersantai hingga olahraga. Namun, seperti apa kualitas udara yang ada di sana.

IKLAN

Unej memiliki kualitas udara yang baik dibanding tempat lainnya. Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unej Hari Sulistyowati menjelaskan hasil analisis data, total kontribusi emisi karbon dari alat transportasi terbesar 14.51 persen. “Yang berasal dari area parkir Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dengan emisi sebesar 0,036 ton CO2 per hari,” jelasnya. Sedangkan area parkir Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Pertanian (FAPERTA) secara berurutan berkontribusi karbon sebesar 0,02293 ton per hari dan 0,02284 ton per hari.

“Jumlah emisi kendaraan yang mobile lebih besar dibandingkan yang ada di parkiran dengan perbedaan 0.6 CO2 per harinya,” kata perempuan asli Surabaya ini.

Hal itu menunjukkan bahwa mobilitas civitas academica, terutama mahasiswa dan dosen, cukup tinggi. Sebab, berkaitan dengan aktivitas pembelajaran yang mengharuskan mereka berpindah lokasi.

Hasil menghitung kendaraan yang keluar masuk di ketiga lokasi, mulai dari double way, pintu masuk gerbang FKG, dan pintu masuk dekat UMC lama, mobilitas kendaraan di sana berkontribusi emisi sebesar 0,314 CO2 per hari.

Untuk itu, Unej dinyatakan surplus oksigen.  Menurut perempuan yang akrab disapa Hari ini, surplus oksigen berarti 33.554 orang civitas academica beraktivitas di kampus Unej terpenuhi kebutuhan oksigennya.

Mereka hidup di lingkungan yang nyaman. “Hal ini karena jejak karbon dari aktivitas perkantoran, alat transportasi, dan respirasi manusianya secara langsung dapat diserap oleh 9.905 pepohonan di areal RTH seluas 34.96 Ha, atau 40 persen dari luas area kampus.

Pepohonan yang ditanam di area kampus memanfaatkan langsung emisi karbondioksida yang ada. “Sisa oksigen yang tidak termanfaatkan 80-90 persen. Merupakan kontribusi Unej bagi sekitar 619 ribu warga kota Jember,” jelasnya.

Upaya untuk meningkatkan kualitas udara, lanjut perempuan yang sudah lama tinggal di Jember ini, harus ada pembatasan pemakaian kendaraan pribadi. Itu berarti, masyarakat harus meningkatkan pemakaian kendaraan umum yang nyaman.

Selain itu, menggunakan kendaraan ramah lingkungan atau bahan bakar yang rendah emisi. Mewajibkan penanaman pohon (bukan tanaman hias) minimal dua pohon per rumah. “Menanam berbagai jenis pohon peneduh yang rindang. Sekaligus sekuester yang baik. Sosialisasi intens pada penduduk melalui poster, pamflet, sampai penyuluhan,” terangnya.

Kemudian, harus ada kepekaan terhadap lingkungan yang bersih serta nyaman. Nilai penting pohon untuk asupan oksigen dan mengurangi emisi, beralih menggunakan bahan bakar rendah emisi. (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Bagus Supriadi