Pendaftaran Bakal Calon Legislatif Jember Diwarnai Banyak Kejutan

JEMBER KOTA – Pendaftaran bakal calon legislatif (Pileg) 2019 di KPU Jember memang sudah usai pukul 24.00 WIB semalam (17/7). Namun, pendaftaran kali ini banyak diwarnai dengan kejutan dari partai politik. Selain banyak politikus yang pindah partai, juga ada yang tidak mendaftar lagi dalam pileg 2019 ini

IKLAN

Salah satunya yang terjadi di Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Jember. Partai pemenang Pileg 2014 di Jember ini juga mendapatkan suntikan tenaga baru. Dua bacaleg mereka merupakan mantan ketua partai di Kabupaten Jember periode lalu yang sudah keluar dari partainya.

Dua nama yang ikut mendaftar sebagai bacaleg DPC Partai Gerindra yakni Evi Lestari, mantan Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Jember dan Sunardi, mantan ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jember.

“Alhamdulillah, dalam pencalegan ini kita tidak merayu siapa pun. Malah eks (mantan) ketua partai lain mencalonkan diri di Gerindra,” ujar M. Satib, ketua DPC Gerindra kemarin.

Keduanya diharapkan mampu mendulang suara bagi Partai Gerindra Jember. Apalagi, dalam pileg 2014 lalu, sebenarnya meraup suara yang besar. Namun, karena suara partai tidak mencukupi maka, tidak masuk ke Gedung Kalimantan 86 Jember. “Sunardi mendaftar sebagai caleg dapil 2 Jember dan Evi di dapil 6 Jember,” tuturnya.

Bukan hanya dari partai lain, namun juga kelompok masyarakat lain. Di antaranya ada nama Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jember Edi Darmawan juga masuk dalam Bacaleg Jember. Juga nama Hanan Kukuh Ratmoko, mantan anggota KPU Jember.

Dirinya mengakui memang untuk pencalegan ini bukan hanya dari segi internal, namun juga menjaring dari kalangan eksternal partai. “Karena Gerindra partai terbuka, jadi menerima dari kalangan mana pun. Terbukti, bacaleg kami berlandaskan satu, yakni kebangsaan dan nasionalisme,” tegas Satib.

Satib mengatakan, dalam pileg 2019 ini memang menetapkan target tinggi, yakni bisa meraih 12 kursi di DPRD Jember. “Target Gerindra Jember kembali menang dalam pileg mendatang. Kalau target partai yakni 12 kursi,” terangnya. Target ini cukup realistis mengingat dalam pileg 2014 lalu, Gerindra mendapatkan 9 kursi  dan kursi terbanyak di DPRD Jember.

Selain itu, kejutan juga terjadi di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jember. Nama Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaidi resmi tidak ikut dalam kontestasi pileg 2019 mendatang. Saat ditanya soal ketidakikutsertaan Ayub Junaidi dalam Bacaleg 2019, Miftahul Ulum, ketua DPC PKB mengakui hal ini.

Dirinya mengatakan, Ayub merupakan kader PKB yang potensial, apalagi juga menjabat sebagai anggota DPRD Jember selama dua periode kemarin. “Iya, Mas Ayub sampai terakhir ini belum bisa mendaftar,” jelas Ulum, kemarin. Terkait alasannya, diakuinya tidak ada hal khusus terkait dengan tidak mendaftarnya nama Ayub Junaidi ini.

Ulum hingga kemarin pun masih berharap agar Ayub bisa mendaftar dalam Pileg 2019 mendatang. “Kami berharap masih ada peluang. Jika tidak ada peluang, akan disiapkan dalam kondisi yang lain,” jelas Wakil Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur ini. Yakni melaksanakan untuk jalannya organisasi PKB di Jember.

“Saya di ketua dan Mas Ayub ini kan sekretaris. Sehingga, bisa menjalankan organisasi dan membesarkan PKB di Jember,” terang Ulum, kemarin. Ayub Junaidi saat dikonfirmasi terpisah mengakui, dirinya tidak mendaftar dalam pencalegan kali ini. Dirinya memiliki alasan kuat tidak mendaftar dalam pencalegan kali ini.

“Sejauh ini, saya belum mendapatkan doa restu dari ibu. Jika ibu tidak mengizinkan, tentu saya tidak berani,” ucap Ayub, kemarin. Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jember ini mengatakan, sebagai anak yang dilahirkan di keluarga Nahdliyin, maka restu ibu adalah yang utama. Jika memaksakan, dirinya khawatir malah jadi tidak baik.

Jadi, bukan karena hal lain dirinya tidak Nyaleg kali ini. Namun, bukan berarti dirinya akan berhenti berkarya membangun Jember dan daerahnya. Dirinya mengaku, ke depan dia berkonsentrasi untuk mengurusi dan membesarkan organisasi yang digawanginya.

“Tugas dekat tentu bersama PKB menjadi pemenang Pileg 2019 di Jember. Kami punya tugas mengembalikan kejayaan PKB di Jember,” ucap Ayub.

Yakni mengembalikan kursi DPRD Jember sesuai dengan target, yakni 18 kursi dalam Pileg 2019 mendatang. Selain itu, dirinya akan terus mengabdi dan membesarkan organisasi yang membesarkan namanya, yakni GP Ansor dan Nahdlatul Ulama di Jember. “Itu merupakan pengabdian saya kepada organisasi. Jadi, sudah kewajiban untuk membesarkannya,” jelas Ayub. (ram/c2/hdi)

Reporter :

Fotografer :

Editor :