Sama-Sama Minta Bebas

Agenda Putusan Busani Ditunda

Pleidoi Bahar Ditolak Jaksa

BELUM DAPAT PUTUSAN: Terdakwa Bahar Mario (layar monitor kanan bawah) ketika menjalani sidang video telekonferensi. Pekan depan, agenda untuk terdakwa Busani dan Bahar Mario adalah pembacaan putusan dari majelis hakim.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dua terdakwa pembunuhan jenazah yang dicor di Ledokombo, yakni Busani dengan putranya Bahar Mario, masih belum mendapat putusan inkrah dari majelis hakim. Agenda pembacaan putusan kemarin siang untuk Busani, ditunda terlebih dahulu, karena putusan dari majelis hakim masih belum siap.

IKLAN

Sedangkan untuk agenda sidang bagi Bahar Mario kemarin adalah tanggapan dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jember, atas nota pembelaan dari penasihat hukum terdakwa. “Bahwa penuntut umum sangat tidak sependapat dengan kesimpulan penasihat hukum terdakwa Bahar Mario dalam nota pembelaan (pleidoi),” ucap JPU Kejari Jember, Yuri Andina Putra.

Dalam pernyataannya saat persidangan, Yuri memohon kepada majelis hakim menerima tanggapan dari JPU replik tersebut. Menolak seluruhnya nota pembelaan dari penasihat hukum Bahar. Menjatuhkan putusan sebagaimana tuntutan pidana sesuai tuntutan yang dibacakan JPU pada sidang sebelumnya, yakni 20 tahun penjara bagi Bahar.

Yuri menambahkan bahwa pembelaan yang diajukan penasihat hukum tidak berdasarkan fakta persidangan. Mulai dari saksi, alat bukti surat, hingga petunjuk. Melainkan, alat bukti sendiri yang diajukan oleh PH terdakwa.

Jamuji, ketua majelis, pun menanyakan kepada terdakwa yang mengikuti jalannya sidang via video telekonferensi dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember atas tanggapan dari JPU. Melalui penasihat hukumnya, Karuniawan mengatakan, pihaknya tetap pada pendiriannya. “Kami akan tanggapi secara lisan. Tetap pada pembelaan kami,” ujarnya menjawab pertanyaan majelis hakim.

Sidang siang tersebut akhirnya ditunda kembali pada Kamis (25/6) mendatang, dengan agenda untuk terdakwa Busani dan Bahar Mario pembacaan putusan dari majelis hakim. “Penerapan hukum dari jaksa tidak tepat. Bahar sendiri tidak terbukti secara sah melakukan pembunuhan tersebut, dilihat dari fakta saksi pada persidangan. Tidak ada sidik jari Bahar dan para saksi tidak mengetahui secara asli peristiwa tersebut. Pembelaan saya tetap meminta bebas,” ujar Karuniawan.

Bahkan lebih lanjut, Karuniawan menjelaskan, menurut versinya Bahar dalam sidang sebelumnya. Saksi Jumari-lah yang melakukan tindak pidana pembunuhan tersebut. “Akan tetapi dalam fakta di persidangan, Jumari hanya dijadikan sebagai saksi saja. Itu tuduhannya Bahar saja. Alasan Bahar menuduh Jumari adalah cerita dari Busani. Jumari ini adalah pria idaman Busani, suami sirinya,” imbuhnya.

Sementara itu, Suparman, penasihat hukum Busani, seusai persidangan menuturkan bahwa kliennya tersebut tidak turut serta membunuh suaminya, Surono. Senada dengan pembelaan penasihat hukum Bahar, PH Busani pun menginginkan bebas. “Karena Busani tidak menyiapkan barang yang diminta Bahar itu terlebih dahulu. Memang barang itu, seperti linggis, sudah dipunyai sebelumnya karena kan memang orang petani,” pungkasnya.

Editor: Lintang Anis Bena Kinanti
Reporter: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: Muchammad Ainul Budi