alexametrics
25.2C
Jember
Tuesday, 9 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Mensos Pulang, Banjir Kembali Datang

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga Gang IV Dusun Kraton, Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo kembali panik. Sebab, selepas Menteri Sosial RI Tri Rismaharini pulang, banjir kembali datang, Selasa (19/1) pukul 02.30. Sebelumnya, Risma bersama Bupati Jember Faida mengunjungi lokasi banjir, dan menyerahkan sejumlah bantuan.

Air mulai naik sekitar pukul 02.00 dini hari, setengah jam kemudian air semakin besar. Warga mulai panik terutama yang rumahnya berada di lokasi yang paling rendah. Karena air terus naik, warga selanjutnya mengemasi barang-barang mereka untuk diselamatkan.

Barang yang diamankan terutama perkakas elektronik, kursi, dan tempat tidur. Barang-barang itu dibawa ke tempat yang lebih tinggi. Warga dievakuasi menggunakan perahu karet milik Satpol Air Polres Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di tengah jalan dusun, air terus mengalir dengan deras. Bahkan disertai banyak sampah yang hanyut. Sehingga warga semakin yakin kalau air kembali meluap ke perkampungan. Dengan kesadarannya, warga mengikuti arahan petugas yang akan mengevakuasi ke tempat yang lebih aman.

Meski begitu, tetap saja ada warga yang enggan diungsikan ke tempat penampungan sementara di Balai Desa Wonoasri. Mereka memilih menumpang di rumah saudaranya yang tak terdampak banjir. “Yang penting saya sudah bisa keluar dari rumah, sehingga lebih tenang dan merasa aman,” kata Yeti, 27, warga terdampak

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga Gang IV Dusun Kraton, Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo kembali panik. Sebab, selepas Menteri Sosial RI Tri Rismaharini pulang, banjir kembali datang, Selasa (19/1) pukul 02.30. Sebelumnya, Risma bersama Bupati Jember Faida mengunjungi lokasi banjir, dan menyerahkan sejumlah bantuan.

Air mulai naik sekitar pukul 02.00 dini hari, setengah jam kemudian air semakin besar. Warga mulai panik terutama yang rumahnya berada di lokasi yang paling rendah. Karena air terus naik, warga selanjutnya mengemasi barang-barang mereka untuk diselamatkan.

Barang yang diamankan terutama perkakas elektronik, kursi, dan tempat tidur. Barang-barang itu dibawa ke tempat yang lebih tinggi. Warga dievakuasi menggunakan perahu karet milik Satpol Air Polres Jember.

Mobile_AP_Half Page

Di tengah jalan dusun, air terus mengalir dengan deras. Bahkan disertai banyak sampah yang hanyut. Sehingga warga semakin yakin kalau air kembali meluap ke perkampungan. Dengan kesadarannya, warga mengikuti arahan petugas yang akan mengevakuasi ke tempat yang lebih aman.

Meski begitu, tetap saja ada warga yang enggan diungsikan ke tempat penampungan sementara di Balai Desa Wonoasri. Mereka memilih menumpang di rumah saudaranya yang tak terdampak banjir. “Yang penting saya sudah bisa keluar dari rumah, sehingga lebih tenang dan merasa aman,” kata Yeti, 27, warga terdampak

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga Gang IV Dusun Kraton, Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo kembali panik. Sebab, selepas Menteri Sosial RI Tri Rismaharini pulang, banjir kembali datang, Selasa (19/1) pukul 02.30. Sebelumnya, Risma bersama Bupati Jember Faida mengunjungi lokasi banjir, dan menyerahkan sejumlah bantuan.

Air mulai naik sekitar pukul 02.00 dini hari, setengah jam kemudian air semakin besar. Warga mulai panik terutama yang rumahnya berada di lokasi yang paling rendah. Karena air terus naik, warga selanjutnya mengemasi barang-barang mereka untuk diselamatkan.

Barang yang diamankan terutama perkakas elektronik, kursi, dan tempat tidur. Barang-barang itu dibawa ke tempat yang lebih tinggi. Warga dievakuasi menggunakan perahu karet milik Satpol Air Polres Jember.

Di tengah jalan dusun, air terus mengalir dengan deras. Bahkan disertai banyak sampah yang hanyut. Sehingga warga semakin yakin kalau air kembali meluap ke perkampungan. Dengan kesadarannya, warga mengikuti arahan petugas yang akan mengevakuasi ke tempat yang lebih aman.

Meski begitu, tetap saja ada warga yang enggan diungsikan ke tempat penampungan sementara di Balai Desa Wonoasri. Mereka memilih menumpang di rumah saudaranya yang tak terdampak banjir. “Yang penting saya sudah bisa keluar dari rumah, sehingga lebih tenang dan merasa aman,” kata Yeti, 27, warga terdampak

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2