Laga Hidup Mati Persid vs PSSS di Situbondo, Sore Ini

JUMAI/RADAR JEMBER LAGA KRUSIAL: Di leg pertama pada 18 April lalu, yang berlangsung di Stadion JSG Ajung, Persid berhasil mengalahkan PSSS 2-1. Di leg kedua yang akan berlangsung di Stadion Gelora Muhamad Saleh, sore ini, Persid dituntut minimal seri, untuk lolos ke fase berikutnya.

JEMBER KOTA – Kemenangan besar 8-0 saat menjamu Suryanaga Surabaya, pekan kemarin, harus jadi pemicu semangat skuad Persid, sore ini. Pasalnya, pertandingan tandang lawan PSSS Situbondo hari ini adalah laga hidup dan mati Persid.

IKLAN

Jika ingin lolos ke putaran selanjutnya tingkat Jatim, tim berjuluk Macan Raung ini tak boleh mengalah sedikitpun atas Macan Baluran, sebutan PSSS Situbondo.

Laga hidup dan mati ini juga akan jadi pembuktian siapa penguasa ‘macan’ yang sebenarnya. Macan Raung atau Macan Baluran dari sisi utara. Terlebih lagi, kedua kesebelasan juga lagi on fire. Pertandingan sebelumnya, Persid menang telak 8-0 atas Suryanaga di hadapan publiknya sendiri, di Stadion JSG.

Sementara PSSS juga berhasil menekuk pemuncak klasemen sementara Sindo Dharaka 2-0 di kandangnnya sendiri. Padahal, Persid dua kali berjumpa Dharaka tak pernah meraih satu kemenangan atau berakhir imbang. “Jika Persid ini kalah saat lawan PSSS. Beraaaaat,” kata Mirza, manajer Persid.

Persid saat ini berada di posisi runner up dengan 24 poin. Sementara PSSS, 19 poin unggul satu pertandingan. Poin kedua kesebelasan pun juga belum bertambah tiga angka setelah menang WO atas Persikapro. Jika PSSS membawa pulang kemenangan sore ini di Stadion Gelora Muhammad Saleh dan menang dilaga penutup saat bertandang ke markas Suryanaga 22 Juli nanti, berarti poin PSSS maksimal 28. Sedangkan Persid 27 poin. “Kalau kami seri saja sudah lolos,” ucap Mirza.

Ya, Persid memang hanya membutuhkan hasil seri lawan PSSS, dengan poin akhir 28 dan memastikan lolos ke fase berikutnya bersama Sindo Dharaka yang memastikan posisi aman dengan poin maksimal 29 setelah ditambah kemenangan WO atas Persikabpro.

Meski sore ini adalah pertandingan penentuan, Mirza sebagai manajer tidak memberikan bonus khusus. “Pemain kami sudah siap menghadapi seluruh pertandingan,” katanya. Dia pun mengatakan, seharusnya bupati yang memberikan bonus, karena Persid adalah kesebelasan masyarakat Jember. “Persid ini tim milik warga Jember. Kebetulan kami saja yang mengelola,” paparnya.

Sementara Pelatih Persid, Steven Keeltjes begitu optimistis anak asuhnya tidak akan terjegal di laga penutup tersebut. Dia pun akan mampu meladeni permainan PSSS dan mampu menekuk seperti leg pertama dengan kemenangan 2-1 di JSG.

Optimisme Steven bukan tanpa dasar, anak kandung pelatih Rudi Keeltjes tersebut telah menerjunkan orangnya untuk memantau permainan PSSS saat menjamu Sindo Dharaka.

Daya gedor Persid akan tetap mengandalkan tiga pemain depan Dwi Prasetyo Adi, Faisol Yunus, dan Ridwan seperti saat menang 8-0 dari Suryanaga. M, Kasim Bontang yang posisinya di belakang penyerang dan sering menyasar sayap, diyakini mampu memporak-porandakan barisan pemain PSSS.

Sementara Sabeq Fahmi yang mencetak gol di pertandingan leg pertama lawan PSSS di JSG 18 April lalu, akan disimpan. “Sabeq kami simpan dulu. Kami pasang pemain yang sesuai taktik dengan PSSS. Mungkin dia masuk sebagai pengganti,” pungkas Steven. (dwi/c2/hdi)

Reporter :

Fotografer :

Editor :