Bangun Lab Tes Swab Covid-19

LAB PEMERIKSAAN: Pasien rawat jalan RSD dr Seobandi yang punya gejala batuk, sesak, dan pernah perjalan ke zona merah atau lainnya lebih dulu diperiksa di Poli Paru. Rumah sakit milik daerah tersebut mulai membangun laboratorium pemeriksaan Covid-19. Hal itu untuk mempercepat mendeteksi pasien Covid-19.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hasil tes swab yang keluar tertalu lama membuat RSD dr Seobandi berinisiatif membangun lab tes swab korona sendiri. Adanya lab untuk mendeteksi apakah pasien itu positif atau tidak menjadi hal penting untuk penanganan secara tepat, sekaligus mencegah penularan korona.

IKLAN

Direktur RSD Soebandi dr Hendro Soelistijono menyatakan dalam penanganan korona, hal yang penting adalah tes untuk menentukan pasien tersebut positif korona atau tidak. Jika positif, akan ada tindakan segera.

Dengan demikian, lanjutnya, RSD dr Seobandi akan membangun lab khusus korona. Jadi, tes swab sebagai tes yang memastikan apakah korona atau tidak bisa dilakukan mandiri tanpa perlu menunggu hasil dari Surabaya.

“Kami punya alat termasuk mesinnya. Tapi, masih kurang beberapa, seperti cartridge-nya,” paparnya. Tidak sekadar alat, tapi juga memiliki tenaga laboratorium.

Sementara itu Wadir RSD dr Seobandi drg Arif Setyoargo menambahkan, setelah swab dikirim ke Surabaya, hasilnya 3–4 hari. Sejak Covid 19 mulai meluas dengan penderita di Jatim juga kian banyak, hal tersebut berdampak pada waktu tunggu hasil swab. “Sekarang bisa satu minggu, bahkan dua minggu,” paparnya.

Jika lab khusus Covid-19 ini selesai, sampel swab tetap dikirim ke Surabaya. “Hasil tes swab dari rumah sakit sendiri hanya jadi pedoman petugas medis untuk menangani pasien tersebut,” jelasnya.

Kini RSD dr Soebandi tidak hanya merawat pasien positif korona ataupun Pasien Dalam Pemantauan (PDP). Tapi sekaligus rawat Orang Tanpa Gejala (OTG) yang kontak erat dengan pasien korona. OTG tersebut juga punya risiko tinggi terpapar korona, sehingga tes swab pun diperlukan untuk mengetahui apakah OTG tersebut bebas korona atau tidak.

Selain akan membangun lab Covid, rumah sakit rujukan Covid tersebut juga menambah kamar isolasi PDP. “Bed untuk PDP dan OTG full,” jelasnya.

Menambah jumlah kamar khusus tersebut sebagai langkah jika terjadi lonjakan. “Harapan kami ya tidak ingin ada lonjakan atau ledakan pasien Covid,” harapnya.

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Hadi Sumarsono