Penjualan Baju Bekas Impor Tetap Stabil, Tak Terdampak Korona

TETAP DIMINATI: Penyebaran Covid -19 tidak menyurutkan keinginan masyarakat Jember untuk membeli baju bekas impor. Sejauh ini, penjualan baju tersebut relatif stabil.

KALISAT.RADARJEMBER.ID– Meski sejumlah pedagang pakaian lesu akibat terdampak virus korona (Covid-19), namun hal itu tak mempengaruhi omzet penjualan baju bekas impor.

IKLAN

Bu Rofiq, salah seorang pedagang baju bekas yang acap disebut babebo di Pasar Kalisat mengaku, pembeli di lapak baju bekas yang berlokasi di eks terminal Kalisat ini tak terpengaruh oleh virus mematikan tersebut.

“Penjualan baju bekas dari luar negeri tetap stabil dan ramai dikunjungi orang. Sama seperti sebelum virus itu mencuat ke permukaan,” kata perempuan asal Dusun Langsatan, Desa/Kecamatan Bangsalsari ini.

Bahkan wanita tersebut mengaku, telah berjualan babebo mulai tahun 1997 lalu, baju bekas tersebut hingga sekarang ini tetap diminati oleh masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

“Tapi sebelum baju bekas ini dijual, terlebih dahulu kami cuci bersih menggunakan sabun dan diberi pengharum. Sehingga aman untuk dipakai meski baju tersebut didatangkan dari luar negeri,” ucapnya.

Nuraini, salah seorang pembeli memaparkan, baju bekas impor itu yakin tak tercemar virus korona asal Tiongkok tersebut. “Daripada beli di toko mending beli di babebo. Kan harganya lebih murah. Menurut saya, baju ini aman-aman saja untuk dipakai walau sekarang ini lagi berkecamuk virus korona,” jelas warga yang tinggal di Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat itu. (*)

Reporter : Winardyasto

Fotografer : Winardyasto

Editor : Mahrus Sholih