Korsleting, Rumah Ludes Terbakar

LUDES: Kondisi rumah milik Edy Sahroni, 43, warga Dusun Renes, Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, nyaris tak tersisa akibat terbakar. Kuat dugaan penyebabnya adalah korsleting listrik.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Edy Sahroni, 43, hanya bisa mengambil sejumlah barang yang tersisa dari rumahnya. Warga Dusun Renes, Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, itu kini bingung hendak tinggal di mana. Sebab, rumahnya ludes terbakar, Jumat (16/10) kemarin. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kejadian ini diketahui ketika Dian, salah satu kerabat Edy, berteriak minta tolong ketika mendapati api muncul dari kamar korban. Teriakan itu didengar oleh Eni Rahmawati, 38, istri Edy, yang saat itu ada di dapur.

Mendengar teriakan tersebut, Eni segera keluar dan mendapati kamar depan, tepatnya di bagian atas, sudah terbakar. Kepulan asap juga telah memenuhi ruangan terebut. Dia langsung menyelamatkan diri dari api yang dalam sekejap langsung membakar habis rumahnya.

“Saya panik karena api begitu cepat merembet. Saya langsung keluar untuk menyelamatkan diri. Belum sempat mengeluarkan barang-barang yang ada di dalam rumah. Karena api terus membesar dan merembet ke bagian belakang. Barang yang ada di dalam tidak ada yang bisa diselamatkan, termasuk surat-surat,” kata Eni.

Tak lebih dari 15 menit api sudah melahap habis bangunan yang terbuat dari tembok tersebut. Beruntung, warga segera bertindak dan mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya. Ada juga warga yang merusak eternit rumah, agar api tak merembet ke rumah warga lainnya.

Sementara itu, saat kejadian, Edy tak berada di rumah. Dia berada di sawah sejak malam sebelumnya untuk mengairi sawahnya menggunakan mesin. Kuat dugaan kebakaran tersebut terjadi akibat korsleting listrik. Sumber Jawa Pos Radar Jember, sebelum terjadi kebakaran, token di meteran listrik korban sudah habis sehingga padam. “Baru datang yang beli pulsa token dan belum diisikan, sudah terbakar duluan,” kata Edy.

Kejadian kebakaran juga dilaporkan ke BPBD Jember dan perangkat Kecamatan Ajung. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian sekitar Rp 250 juta. “Karena barang-barang yang ada di dalam rumah tidak ada yang bisa diselamatkan,” kata Kepala Desa Wirowongso Achmad Sarjono.

Editor: Lintang Anis Bena Kinanti
Reporter: Jumai
Fotografer: Jumai