Universitas Terbuka Jember

Tutorial Jangan Mendistorsi Kemandirian Belajar Mahasiswa

PERSIAPAN UNTUK TUTOR: Pembekalan tutor ini diharapkan memiliki kesamaan pengertian tentang hubungan segitiga antara tutor, tutorial, dan belajar mandiri dalam bangunan sistem pendidikan jarak jauh UT.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dalam sistem belajar mandiri, tutorial bukan ruang bagi mahasiswa untuk mencapai semua kompetensi kurikuler. Tutorial juga bukan ruang bagi tutor untuk membahas atau menjelaskan semua materi modul sampai habis atau tuntas. Ada wilayah di mana kompetensi dan materi bisa dikuasai oleh mahasiswa secara mandiri melalui belajar mandiri di luar kelas tutorial. Ada juga wilayah di mana kompetensi dan materi hanya bisa dikuasai oleh mahasiswa dengan bimbingan dan bantuan tutor melalui kelas tutorial.

IKLAN

Demarkasi wilayah belajar dan pembelajaran ini harus tegas dan dipatuhi oleh mahasiswa dan tutor. Jika tidak, maka tutorial akan terjebak dalam praktik perkuliahan biasa, di mana dosen atau tutor menjadi pusat pembelajaran. “Tutor dan tutorial tidak boleh melampaui fungsi utamanya sebagai bantuan belajar dan sebagai pemicu dan pemacu proses belajar mandiri dan kemandirian belajar mahasiswa,” kata Direktur Universitas Terbuka Jember Prof Mohammad Imam Farisi MPd.

Tutor dan tutorial, kata dia, jangan sampai mendistorsi sistem pendidikan jarak jauh yang bertumpu pada belajar mandiri sebagai salah satu pilar utama. Tutorial (tatap muka atau online) yang hanya dilaksanakan selama delapan kali pertemuan tentu tidak mungkin bisa menuntaskan semua konten dan kompetensi mata kuliah.

Tutorial sejatinya adalah ruang terbuka antarmahasiswa, dan antara tutor dengan mahasiswa untuk saling berinteraksi dan bertransaksi pembelajaran, membahas atau mendiskusikan kompetensi, konsep, dan topik yang esensial atau penting. Serta masalah yang dihadapi mahasiswa, juga berbagi pengalaman atau praktik terbaik. Implikasinya, peran tutor tidak lagi sebagai pengabar isi modul sampai habis atau tuntas, melainkan pemicu dan pemacu belajar mandiri mahasiswa.

Belajar mandiri di UT tidak hanya dilakukan selama masa atau periode tutorial (tatap muka atau online). Belajar mandiri sejatinya sudah dimulai setelah registrasi hingga menjelang ujian akhir semester, dengan fokus yang berbeda pada setiap fase. Pada fase pra-tutorial, fokus belajar mandiri adalah mempelajari katalog, panduan, kalender akademik, melakukan aktivasi tutorial online, mengikuti EKBM, dan orientasi isi modul sesuai dengan mata kuliah yang diregistrasi.

Fase selama tutorial, belajar mandiri difokuskan pada mempelajari dan/atau diskusi modul dengan sejawat dan/atau tutor, menyelesaikan tugas-tugas partisipasi serta tutorial dan praktik atau praktikum. Pada fase pascatutorial, belajar mandiri difokuskan pada mempelajari kembali hal-hal penting dari modul untuk persiapan UAS, dan mengikuti klinik belajar.

“Karakteristik inilah yang harus dipahami oleh setiap tutor UT agar tutor dan tutorial tidak terjebak di dalam rutinitas perkuliahan yang bisa menyebabkan tutorial dan belajar mandiri kehilangan makna esensialnya karena terdistorsi dan terkooptasi oleh peran tutor yang tidak seharusnya,” tandas Prof Imam.

Inilah tantangan yang dihadapi oleh UT Jember, mengingat jumlah tutor dan kelas tutorial terus bertambah setiap semesternya. Melalui pelatihan tutor ini diharapkan para tutor memiliki kesamaan pengertian tentang hubungan segitiga antara tutor, tutorial, dan belajar mandiri dalam bangunan sistem pendidikan jarak jauh UT.

Tutorial dan tutor dalam sistem belajar mandiri (independent learning) dalam konteks pendidikan terbuka dan jarak jauh yang dikembangkan oleh Universitas Terbuka (UT) memiliki karakteristik unik yang berbeda dengan sistem belajar terbimbing (guided learning) yang lazim digunakan dalam sistem perkuliahan reguler.

“Belajar mandiri bukan sebatas belajar yang diinisiasi, diprakarsai, dan dikontrol oleh diri sendiri. Ini juga dibentuk dan didukung oleh bangunan sistem pendidikan jarak jauh, ketangguhan belajar, kemampuan mengelola waktu, dan keterampilan belajar”. Konsep dan prinsip ini harus dipahami dan dilaksanakan oleh tutor di dalam menyelenggarakan tutorial,” terang Imam.

Untuk mencapai tujuan tersebut, UT Jember terus berupaya agar kualitas tutorial tetap terjamin sesuai standar UT. Salah satunya adalah menjaga kualitas dan profesionalitas tutor melalui kegiatan pembekalan tutor yang secara rutin dilakukan setiap semester atau per tahun.

Pada semester 2019/20.2 (2020.1) ini, pembekalan tutor wajib diikuti oleh 300 tutor yang terjadwal pada semester ini, dan dilaksanakan serentak tanggal 15 Maret 2020 di empat kabupaten/kota di wilayah UT Jember. Tujuannya adalah membekali para tutor materi tentang tutorial dan peran tutor dalam sistem belajar mandiri dalam konteks belajar terbuka dan jarak jauh UT, serta berbagai ketentuan dan prosedur tutorial.

Reporter :

Fotografer : Istimewa

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti