Siswa Kirim Tugas via WhatsApp

SEPI: Suasana SDN Kepatihan 2 Jember seusai sosialisasi berakhir, kemarin (16/3).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah instansi menyosialisikan instruksi Bupati Jember mengenai keputusan penghentian sementara aktivitas belajar mengajar di sekolah. Keputusan untuk siswa jenjang SD dan SMP ini berlaku mulai 17-28 Maret. Oleh karenanya, selama dua pekan mendatang, para siswa diminta belajar di rumah. Langkah ini untuk mencegah penularan wabah korona.

IKLAN

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN Kepatihan 2, Kaliwates, Sudarti menjelaskan, menindaklanjuti instruksi bupati tersebut, pihak sekolah telah menyiapkan materi per kelas yang diberikan kepada setiap siswa. Mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Materi itu sebagai bahan pembelajaran siswa selama menjalani proses home schooling. “Nanti, wali murid yang berperan penuh dalam kegiatan itu,” katanya.

Wanita yang akrab disapa Darti tersebut memaparkan, wali murid bertugas mengawasi anak mereka masing-masing. Pengawasan itu berfokus pada pendidikan dan kesehatan anak selama 12 hari selama berada di rumah. Secara teknis, pihaknya sudah menyiapkan materi dan grup WhatsApp per kelas. “Para peserta didik hanya perlu mengerjakan soal setiap hari. Sedangkan orang tua bertugas mengirim foto tugas anak-anak melalui grup yang sudah ditangani wali kelas masing-masing,” imbuhnya.

Meski demikian, Darti merasa aneh. Dia khawatir proses belajar siswa tak sesuai harapan. Sebab, dia menilai, proses belajar di kelas lebih nyaman. Jika anak-anak bingung, para guru bisa menjelaskan secara langsung dan lebih detail. “Kalau di rumah, pengembangan potensi belajar anak-anak bakal terhambat,” ujarnya.

Meski siswa belajar di rumah, tapi para guru tetap masuk ke sekolah seperti biasanya. Sehingga, ketika ada siswa yang kesulitan dalam proses pembelajaran, pihak sekolah siap melayani wali murid, yang menanyakan tugas anaknya yang kurang dipahami. “Jadi, kami bakal mengisi kekurangan belajar mereka via online,” ucapnya.

Kendala lain juga dihadapi peserta didik kelas 6. Seharusnya, pekan ini siswa menjalani ujian praktik. Namun, kegiatan itu ditunda lantaran ada instruksi dari bupati. Terlebih, anak-anak harus ujian tulis pada 13 sampai 18 April mendatang. “Ya, semoga semuanya segera membaik,” harapnya. Tujuannya, supaya kegiatan belajar dan mengajar dapat terlaksana seperti biasanya.

 

Yoyok, salah seorang wali murid SDN Kepatihan 2, mengaku, tak masalah jika siswa harus belajar di rumah. Pria 60 tahun tersebut juga optimistis anaknya dapat menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. “Anak saya namanya Gibran, dia kelas 3 SD,” ungkapnya. Jadi, tak ada yang aneh dengan kegiatan belajar di rumah.

Warga Jalan Sultan Agung, Lingkungan Kauman, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, itu menuturkan, anaknya diberi fotokopian tugas dari sekolah. “Jadi, Gibran tinggal mengerjakan dan saya yang mengirimkan tugas itu kepada guru melalui WhatsApp,” lanjutnya.

Selain Gibran, Yoyok juga memiliki anak yang duduk di bangku SMP. Putrinya yang saat ini berada di kelas 2 SMP 10 Jember tersebut juga mendapatkan tugas serupa. Hanya saja, tidak dalam bentuk fotokopian, karena semua tugas dikirim via WahtsApp oleh wali kelas.

Yoyok setuju dengan keputusan belajar di rumah tersebut. Dia menilai, keputusan itu bertujuan menjaga kesehatan anak-anak dari wabah korona. Selaku orang tua, dia siap mengawasi kegiatan belajar di rumah. Juga mengawasi kesehatan anak-anaknya dengan membatasi jam bermain mereka. Harapannya, wabah itu segera berakhir dan anak-anak bisa belajar dan bermain seperti biasanya.

“Semoga wali murid yang lain sadar dengan kejadian ini. Sebab, kalau dibiarkan belajar sendiri kan bahaya. Nggak belajar, tapi malah main terus. Dampaknya, kesehatan mereka tak terpantau,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupten Jember Edy Budi Susilo menjelaskan, penghentian sementara itu bukanlah liburan seperti musim libur pada umumnya. Namun, untuk menghindari kontak dengan keramaian orang atau massa. Sebab, menurutnya, lingkungan sekolah menjadi salah satu tempat bertemunya orang banyak. Hal itu bisa menjadi salah satu pemicu persebaran virus dari Kota Wuhan tersebut.

“Jadi, selama libur sekitar dua pekan ini, anak-anak tetap menggunakan waktunya untuk belajar di rumah. Mereka bakal menerima tugas untuk mengisi waktu selama di rumahnya masing-masing,” katanya.

Edy menjelaskan, para siswa akan belajar menggunakan portal belajar digital atau secara daring melalui laman belajar.kemendikbud.go.id. Untuk mendukung upaya itu, pihaknya juga memfungsikan tenaga pendidikan yang ada di sekolah dengan memanfaatkan grup WhatsApp yang berisi wali murid di masing-masing kelas. “Jadi, mereka bisa berkoordinasi dengan wali murid siswa untuk memantau KBM peserta didik di rumahnya masing-masing,” tandasnya.

Reporter : mg1, Maulana

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih