Minta Lurah Adakan Pemilihan Ulang

Kisruh Pemilihan RT, Warga Madul Kelurahan 

MADUL KELURAHAN: Sejumlah perwakilan warga saat ngelurug kantor Kelurahan Tegal Besar. Mereka meminta kejelasan atas beredarnya surat yang mencantumkan nama ketua RT/RW terpilih, karena dianggap menyalahi prosedur.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Panasnya kontestasi perebutan politik rupanya tak hanya terjadi di level daerah atau nasional, namun juga terjadi di tataran rukun tetangga (RT). Seperti yang terjadi di lingkungan Perumahan Bumi Tegal Besar (BTB), Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates.

IKLAN

Perkaranya adalah pihak yang terpilih sebagai ketua RT secara aklamasi, dinilai cacat secara hukum dan prosedur oleh sebagian warga. Melihat adanya indikasi kecurangan, warga pun sempat wadul ke Kantor Kelurahan Tegal Besar.

Riza Gunawan, salah satu perwakilan warga yang melaporkan perkara tersebut, mengatakan, dalam surat edaran yang sempat menggegerkan itu tertulis nama di RT 01, Iman Hidayat (IH) ‘Melanjutkan’. Dan di RW 43, Agus Heridiyanto (AH) juga sama tertulis ‘Melanjutkan’. “Yang kami pertanyakan ini, kenapa di situ tertulis ‘Melanjutkan’. Padahal, selama ini tidak ada semacam sosialisasi atau pemilihan,” ucap Gunawan.

Dirinya menilai, surat tersebut memiliki kecacatan secara hukum karena tidak bisa dipertanggungjawabkan dan tidak didukung dengan adanya bukti di lapangan. Padahal, banyak warga yang memang tidak tahu sebelumnya. Menurutnya, jika jabatan RT/RW sudah habis, maka perlu diadakan pemilihan ulang dan harus melalui tim khusus yang mengatur mekanisme pemilihan. “Jadi, tidak ujug-ujug mengeluarkan surat seperti itu. Meskipun skala kecil, tapi asas demokrasi harus tetap berjalan,” tegasnya.

Kedatangan warga yang wadul ke Kantor Kelurahan Tegal Besar memang hanya ditemui seorang staf. Zaini, salah satu staf kepala Kelurahan Tegal Besar, mengaku tidak mengetahui beredarnya surat tersebut. “Saya sendiri baru tahu, tapi nanti akan kita koordinasikan dengan lurah untuk ditindaklanjuti,” jelasnya kepada warga.

Hingga Rabu (15/1), Gunawan dan beberapa warga lain masih belum menemukan kepastian atas perkara yang dilaporkan itu. Dia menambahkan, dalam laporannya, warga hanya meminta diadakan pemilihan ulang dan pihak kelurahan bisa mengonfirmasi perihal surat yang beredar dan menggegerkan warga tersebut. “Permintaan kita sederhana, kalau tetap tidak ada upaya lanjut atau kepastian dari kelurahan, dengan terpaksa nanti kita akan datangi kelurahan lagi dengan massa yang lebih banyak,” tandasnya.

Sementara itu, di tempat terpisah, Plt Lurah Tegal Besar Anto Purwanto membantah jika surat yang beredar itu berasal dari dirinya. Saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, Anto mengungkapkan, setelah laporan tersebut, dirinya sempat mengutus bawahannya untuk melakukan konfirmasi kepada salah satu ketua RT/RW yang tertulis di surat tersebut. “Itu RT/RW yang tanda tangan, bukan dari kelurahan,” jelasnya.

Mengenai prosedur dalam pemilihan ketua RT/RW itu, katanya, ada tata cara tersendiri. “Seharusnya RT/RW membentuk panitia pemilihan. Setelah itu, pemenang dibuatkan berita acara,” jelas Anto.

Dirinya sendiri belum bisa memastikan upaya lanjut karena hingga Rabu kemarin, yang bersangkutan belum bisa ditemui. Yang pasti, pihaknya akan meminta konfirmasi dan pertanggungjawaban atas surat putusan yang beredar tersebut kepada yang bersangkutan.

Reporter : Maulana

Fotografer : Maulana

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti