Laporkan Calon PPK Bermasalah

BUKA ADUAN: Komisioner KPU Kabupaten Jember Ahmad Susanto menunjukkan jadwal pendaftaran PPK.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seiring berjalannya tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada), KPU Kabupaten Jember harus menyiapkan perangkat penyelenggara di bawahnya. Mulai dari panitia pemungutan suara (PPS) hingga panitia pemilihan kecamatan (PPK). Sebagai awal, kebutuhan yang harus segera diselesaikan adalah pembentukan PPK.

IKLAN

Komisioner KPU Jember Ahmad Susanto menjelaskan, pendaftaran anggota PPK untuk seluruh kecamatan di Jember hanya dibuka satu pekan saja. “Penyerahan berkas pendaftaran dibuka tanggal 18 dan ditutup 24 Januari,” katanya.

Warga yang berminat, lanjut Susanto, bisa mendatangi kantor KPU Jember secara langsung. “Untuk formulir bisa juga dilihat di website. Persyaratannya apa saja juga harus dilengkapi seperti ijazah, surat keterangan sehat, dan sebagainya,” imbuhnya.

Seleksi anggota PPK, menurutnya, dilakukan secara serentak dan masing-masing kecamatan akan diambil lima orang. Dengan demikian, dari sebanyak 31 kecamatan yang ada di Jember, maka setidaknya membutuhkan 155 anggota PPK.

Selain persyaratan yang diwajibkan, kata dia, ada pula beberapa orang yang dikecualikan sehingga tidak bisa ikut mendaftar. Misalnya anggota partai politik, mantan anggota PPK yang sudah pernah menjabat dua kali. “Jadi, persyaratan itu harus diperhatikan juga,” jelas pria yang membidangi Divisi Teknis KPU Jember tersebut.

Bila berkas pendaftaran telah diserahkan ke KPU Jember, maka akan dilakukan seleksi administrasi dan diumumkan siapa saja yang lolos. “Setelah pendaftaran, masih ada beberapa tahapan seleksi, seperti administrasi, tes tulis, dan wawancara,” ungkapnya.

Selain itu, ada waktu yang nanti diberikan kepada masyarakat untuk memberikan tanggapan. Apakah dari masing-masing pendaftar ada yang merupakan anggota partai politik atau bukan. Tanggapan itu bisa dikirimkan melalui pos pengaduan masyarakat ke KPU Jember. “Kami harap tahapan ini nanti berjalan lancar,” pungkas Susanto.

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Mahrus Sholih