Panitia Bongkar Ulang RAB Pilkades

BERI PENDAMPINGAN: Salah satu utusan Pemkab Jember tengah memberi arahan kepada Panitia Pilkades terkait penambahan pagu dalam RAB.

RADAR JEMBER.ID – Pascasosialisasi anggaran dana Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2019 beberapa hari kemarin, sejumlah tim utusan dari Pemkab Jember mulai melakukan pendampingan pada 161 desa yang melaksanakan pilkades. Pendampingan yang berlangsung pada satu hari, kemarin (15/8), difokuskan pada pembahasan atau penambahan sejumlah pagu anggaran pilkades yang berasal dari dua sumber, APBD dan sumbangan calon kades.

IKLAN

Biaya yang dialokasikan pada APBD Jember sekitar Rp 11,5 miliar. Dana itu untuk membiayai 161 desa yang melaksanakan pilkades serentak pada September mendatang. Alokasi dana itu juga telah terperinci. Sehingga bakal memicu kelebihan anggaran yang sebelumnya sudah ditetapkan oleh panitia yang berasal dari sumbangan calon kades. Lantas, akan dikemanakan kelebihan biaya pilkades yang bersumber dari bantuan kades calon tersebut?

“Kami, panitia, memang kurang paham betul tentang penganggaran itu. Makanya, pikir kami, mungkin langkah pemkab ini untuk mengajarkan panitia mengenai regulasi dan penggunaan saja” kata Ahmad Mahorrosi, Ketua Panitia Pilkades Suco, Kecamatan Mumbulsari. Penambahan anggaran APBD ini membuat panitia bekerja dua kali. Sebab, mereka harus merombak kembali rencana anggaran belanja (RAB) yang telah ditetapkan sebelumnya oleh panitia.

Adanya sumber anggaran baru itu, Mahorrosi menjelaskan, tak menutup kemungkinan akan digelar kembali forum musyawarah desa (musdes) jika ada beberapa hal yang dirasa mendesak untuk diselesaikan. “Sebisa mungkin tidak ke sana. Makanya, ini menunggu hasil dari pendampingan tim kabupaten,” tambahnya.

Menurutnya, APBD itu memang bisa dijadikan tambahan sumber anggaran. Kendati begitu, dia mempertanyakan kenapa anggaran pilkades yang bersumber APBD itu tidak kemarin-kemarin saja dikeluarkan. Dia menduga, di tingkat pemerintah kabupaten hal itu belum klir. “Jadi, kemarin belum disosialisasikan saja. Karena di sana belum klir. Makanya, dengan adanya sumber dana dari APBD, lebihnya itu bisa jadi Silpa atau dialihkan ke anggaran lain,” jelasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Samin, Ketua Panitia Pilkades Sidomukti, Kecamatan Mayang. Setelah mendengar hasil sosialisasi dari pemkab kemarin, pihaknya mengaku belum bisa menentukan langkah apa selanjutnya yang akan dilakukan panitia dalam menyikapi kelebihan anggaran tersebut. “Sekarang masih berlangsung rapat pembahasan RAB dengan tim kabupaten. Jadi, masih menunggu hasil dari sini. Kami belum bisa berkomentar apa-apa,” ujarnya. (*)

Reporter : Maulana

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih