Kiprah Rohmad, Pemilik Bengkel Mini di Kawasan Kampus

Tampung dan Berdayakan Pengangguran yang Terdampak Korona

Membantu sesama tidak harus dengan memberi sejumlah uang, sembako, atau lainnya. Tapi dengan mempekerjakan mereka yang terdampak korona, justru dapat memberi manfaat lebih. Inilah yang dilakukan Rohmad, pemilik bengkel kecil di Jalan Belitung Raya, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari.

GELIAT EKONOMI: Niman (kiri) bersama Rohmat melakukan pengecatan motor. Sejak pandemi korona, UMKM di daerah kampus juga terdampak. Lewat bengkel kecil di Jalan Belitung ini, para pemuda yang tak punya pekerjaan pun ditampung dan diberdayakan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bengkel itu tidak besar. Sangat sederhana. Juga tidak ada kesan bengkel mewah dengan banyak etalase. Bahkan, papan nama bengkel pun tidak ada. Tapi, di tengah wabah ini, bangunan berukuran 4×4 meter itu justru memberi manfaat lebih bagi pemuda dan orang-orang yang terdampak korona di kawasan Kampus Tegalboto. Sebuah kawasan padat penduduk di bilangan Jalan Belitung Raya, Sumbersari.

IKLAN

Meski ukurannya mini, tapi tak banyak yang tahu bahwa bengkel yang didirikan dua sahabat, Holil dan Rohmad, pada awal tahun 2000-an ini telah banyak mencetak pemuda mandiri. Sebelumnya, mereka keluar masuk menjadi pegawai yang turut membantu pekerjaannya hingga memiliki bekal keterampilan sendiri.

Kini, di tengah pandemi korona, ketika mahasiswa banyak yang memilih pulang kampung, bengkel itu juga kembali berperan membantu sesama. Dampak wabah yang berimbas memunculkan pengangguran baru, mereka menjadi terbantu karena bisa bekerja di bengkel itu. “Sebenarnya ada penurunan bila dibandingkan sebelumnya, terutama saat mahasiswa masih ada. Tapi mending, setiap hari ada saja yang servis,” ujar Rohmad.

Dia mengaku, sebelum korona, bengkelnya memang jadi tempat kumpul atau tongkrongan anak muda. Mereka bukan hanya mahasiswa, tapi juga pemuda kampung. Tapi sejak ada wabah, malah semakin banyak pemuda yang nongkrong di situ. Sebab, mereka menganggur. Padahal sebelumnya, mereka berdagang makanan, tukang cat, kuli bangunan, tukang las, dan pegawai serabutan. “Jadi, mereka sering main ke sini,” paparnya.

Banyaknya pemuda yang menganggur inilah yang membuat Rohmad berinisiatif untuk memberdayakan mereka. Mula-mula hanya membantu ala kadarnya. Hingga kemudian, mereka ikut mengerjakan aktivitas reparasi motor. Selanjutnya, uang dari jasa bengkel itu dibagikan. Tentunya sesuai dengan jenis pekerjaan yang mereka selesaikan.

Lambat laun, tak hanya para pemuda. Bahkan, beberapa orang tua yang kehilangan pekerjaan juga kerap dipanggil oleh Rohmad. Biasanya pekerjaan yang diberikan cukup gampang, dan tidak harus punya pengalaman di bidang otomotif. “Karena orang tua itu telaten. Jadi, saya beri kerjaan untuk menggosok bodi sebelum dicat. Ada juga yang hanya mencuci motor,” ujarnya.

Sebelumnya, bengkel kecil ini juga melayani cat motor. Sang kakak yang menggawangi pekerjaan itu. “Tapi sejak kakak tidak di sini lagi, untuk tenaga cat menjadi kurang,” tambahnya.

Beruntung, Rohmad punya teman sewaktu kecil bernama Holil yang punya keahlian mengecat mobil. Akhirnya, Holil ini yang menakhodai pekerjaan mengecat motor. Saat ini, dia juga diminta menularkan keahlian itu ke yang lain. Bagi Rohmad, bisa mempekerjakan orang lain walau dengan hasil sedikit, cukup membuatnya bangga. Sebab yang terpenting, mereka ada kesibukan dan penghasilan. “Namanya pemuda, kalau tidak ada kegiatan tidak baik. Bisa ke mana-mana nanti. Apalagi sekarang korona,” pungkasnya.

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih