Jumbo Bag Jadi Pilihan

   Penanganan Jompo Semi Permanen

KERJA KERAS: Operator alat berat dan petugas gabungan mulai melakukan pemasangan jumbo bag di pinggir sungai Jompo kemarin (14/3).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bekas ambruknya lokasi pertokoan Jompo Shopping Center mulai dibangun. Langkah perdana setelah pembersihan adalah memasang tangkis sungai. Dari sejumlah jenis tangkis, jumbo bag menjadi pilihan. Penanganan semi permanen pun dilakukan kemarin (14/3).

IKLAN

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Jember, pengisian pasir ke dalam karung berdiameter sekitar 70 centimeter tersebut dilakukan kali pertama oleh petugas gabungan. Mulai BBPJN VIII, PU SDA Pemprov Jatim, TNI, Polri, BPBD Pemkab Jember, serta beberapa pihak lain. Pemasangan dan pengisian selanjutnya diteruskan petugas dengan alat berat berupa ekskavator.

Jumbo bag tersebut kemudian ditata di pinggir sungai Jompo. Penataan mulai bawah jembatan hingga mengarah ke lokasi bekas bangunan yang ambruk. Kekuatan Jumbo bag itu tak diragukan, sepanjang karung berbahan khusus tidak robek atau rusak.

Komandan Kodim 0824 Jember, Letkol (Inf) La Ode M Nurdin menjelaskan, jumbo bag tersebut akan menjadi tangkis sungai, penahan badan jalan, dan pengisi kekosongan lokasi setelah ambruknya bangunan. “Akan mengisi beban longsoran, ada sekitar 800 jumbo bag. Sehingga nanti, memberikan kekuatan bagi badan jalan yang ada,” tegas La Ode M Nurdin di Jalan Sultan Agung Jember.

Penanganan Jompo yang dilakukan petugas gabungan masih terus dilakukan. Mereka masih fokus memasang jumbo bag sebelum dibangun sebuah taman kota seperti direncanakan. Entah seperti apa taman yang nanti akan dibangun, yang jelas desain bangunan itu masih disusun. Apakah di sana akan ada tempat parkir atau hanya taman saja, masih belum ada penjelasan gambar taman kotanya.

Sekadar diketahui, bangunan pertokoan Jompo ambruk pada 2 Maret lalu. Bangunan tersebut roboh setelah lima bulan dikeluarkannya rekomendasi perobohan oleh Kementerian PUPR. Sebab, Pemkab Jember tidak memiliki metode perobohan. Selain itu, warga penghuni ruko Jompo tidak mau meninggalkan lokasi. Bangunan itu pun ambruk sebelum dieksekusi.

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Hadi Sumarsono