Anak Jangan Diizinkan Kendarai Motor

Remaja Masih Dominasi Pelanggaran Lalin

RAZIA: Polisi memeriksa kelengkapan surat kendaraan bermotor di Jalan Gajah Mada dalam operasi ketertiban lalu lintas, kemarin.

RADARJEMBER.ID – Hampir setiap kali operasi lalu lintas yang digelar di Kabupaten Jember, petugas selalu menemukan pengendara yang melanggar aturan hukum. Bahkan, dari mereka yang melanggar ada yang masih berusia remaja.

IKLAN

Seperti yang terjadi kemarin (13/7), saat Satlantas Polres Jember melakukan razia kelengkapan kendaraan, polisi menemukan sejumlah remaja yang berusia di bawah umur mengendarai motor. Mereka melintas di Jalan Gajah Mada, Kaliwates. Melihat itu, polisi menghentikan mereka. Karena menduga remaja tersebut tak memiliki surat izin mengemudi (SIM).

“Kalau anak remaja masih seusia SMP, otomatis tidak punya SIM. Makanya, begitu lihat langsung kami minta berhenti untuk diperiksa,” kata Iptu Suyitno, Kanit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Jember.

Kasus pelanggaran lalu lintas yang dilakukan sejumlah remaja, menurutnya bukan sekadar urusan SIM. Tapi, ada sebagian motor yang sengaja diprotoli sehingga menjadi tidak standar. Paling banyak yang ditemukan yaitu sepeda motor tanpa spion.

Dengan melihat anak remaja mengendarai sepeda motor, Iptu Suyitno mengaku prihatin. Namun, karena pihaknya harus menegakkan hukum, maka pengendara yang melanggar peraturan, termasuk remaja tetap ditilang.

Suyitno menyarankan, guna mencegah agar tingkat pelanggaran lalu lintas dari kalangan remaja berkurang, harus ada peran orang tua. Peran mereka dinilainya sangat penting. Karena orang tua mengetahui tentang anak mereka. Semisal tak memiliki SIM, atau belum cakap berkendara. Harapannya, orang tua ikut mencegah agar anak tersebut tak mengendarai motor. “Tapi ini kembali lagi pada kesadaran masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, pantauan Jawa Pos Radar Jember, sejumlah pengendara yang ditilang dikarenakan melakukan pelanggaran bervariasi. Ada yang tak mengenakan helm, tidak membawa STNK, dan beralasan klasik yaitu lupa membawa dompet.

Dengan banyaknya pelanggaran lalu lintas yang dilakukan remaja, Iptu Suyitno mengimbau agar semuanya bisa mematuhi hukum sekali pun tak ada operasi lalu lintas. Dengan pemberian surat tilang bagi mereka yang melanggar, setidaknya harus menjadi pengalaman agar mereka tak melanggar lagi.

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Rangga Mahardika