Komisi Disiplin Assprov PSSI Jawa Timur Beri Sanksi Pemain Sindo

Jumai/Radar Jember KERAS: Pertandingan derbi antara Persid vs Sindo, Rabu (4/7) lalu, memang berlangsung keras dan panas. Pertandingan pun diwarnai banyak protes.

AJUNG – Komisi Disiplin Assprov PSSI Jawa Timur akhirnya menjatuhkan sanksi terhadap beberapa pemain klub sepak bola Samudera Indonesia – Dharaka (Sindo Dharaka) Jember. Surat putusan tersebut ditandatangani oleh Ketua Komdis Assprov PSSI Jawa Timur, Anthony LJ Ratag.

IKLAN

Adapun anggota komdis yang ikut menandatangani putusan tersebut yakni Makin Rahmad, Rohmad Amrulloh, Nurtjahjo, Emil Maruf Wahyudi, dan Kardi Suwito.

Dalam surat putusan komdis bernomor 019/VII/2018 itu, sanksi dijatuhkan atas kericuhan yang terjadi dalam laga antara Sindo melawan Persid pada 4 Juli 2018 di JSG Jember. Sebanyak 5 pemain Sindo dijatuhi sanksi skorsing atau dilarang bertanding selama 6 bulan, sejak putusan berkekuatan hukum tetap. Mereka adalah sang kapten Sindo, M. Samsi, Mujayin, Saiful Ashari, Canda Padamaka, dan Ivan Ali Andri.

Kelima pemain Sindo tersebut dianggap terbukti melanggar Pasal 50 Komisi Disiplin PSSI karena berbuat buruk. Tindakan tersebut yakni memukul perangkat pertandingan. Barang bukti yang dijadikan pertimbangan yakni laporan dari pengawas pertandingan (PP), rekaman pertandingan, dan keterangan saksi.

Meski masih diberi kesempatan banding, Komdis Assprov memerintahkan agar sanksi segera diberlakukan tanpa menunggu putusan banding. Dengan demikian, kelima pemain Sindo tersebut tidak bisa memperkuat timnya pada 2 laga tersisa di babak penyisihan putaran kedua. Laga tersebut yakni laga kandang menjamu PSSS Situbondo di Lapangan Notohadinegoro pada 15 Juli 2018 mendatang dan laga tandang ke Leces dengan melawan Persikapro Probolinggo. Mereka juga tidak bisa memperkuat Sindo dalam laga di putaran selanjutnya.

Meski demikian, sanksi tersebut diperkirakan tidak akan berpengaruh banyak pada klasemen akhir Sindo. Pasalnya, dari empat laga yang sudah dilakoni, Sindo dipastikan lolos ke putaran selanjutnya. Ini setelah diakumulasikan dengan hasil di putaran pertama yang menempatkan Sindo di peringkat atas klasemen.

Adapun laga terakhir Sindo di putaran kedua, yakni melawan Persikapro Probolinggo, hampir pasti diperkirakan akan dimenangkan Sindo. Sebab, Persikapro sudah menyatakan mundur imbas krisis finansial. Dengan demikian, Sindo diperkirakan akan menang WO atau 3 poin atas Persikapro.

Selain itu, Komdis Assprov dalam putusannya hanya menyinggung aksi anarkis pemain Sindo terhadap wasit, tanpa menyinggung kekerasan yang ditujukan kepada seorang jurnalis pada saat itu.

Dikonfirmasi terpisah, pelatih Sindo Dharaka Hendry Puji mempertanyakan sanksi dari Komdis tersebut. “Sanksi ini kurang adil, karena kericuhan ini menurut kami dipicu oleh protes pemain kami terhadap kinerja wasit yang kami anggap kurang adil,” tutur Hendry.

Atas putusan tersebut, Sindo kemungkinan akan mengajukan banding. Namun, masih berpikir terlebih dulu. “Kita lihat dua-tiga bulan lagi,” lanjut Hendry.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kericuhan bermula setelah wasit meniup pluit yang menandakan pertandingan berakhir. Beberapa saat sebelum laga berakhir, wasit memberi hadiah penalti pada Persid yang berhasil dieksekusi menjadi gol oleh Faisol Yunus. Keputusan itu yang kemudian diprotes secara anarkis oleh pemain Sindo. Tidak hanya wasit, seorang jurnalis, Oryza Wirawan Ardyansah juga tidak luput dari penyerangan. Oryza diserang saat sedang merekam aksi anarkis pemain Sindo. (ad/c2/hdi)

Reporter :

Fotografer :

Editor :