Keluhan RTLH Tak Terpecahkan

JAGA JARAK: Suasana hearing terkait RTLH di ruang Komisi A DPRD Jember, kemarin (14/5).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Program bedah rumah tidak layak huni (RTLH) banyak dikeluhkan warga karena justru membebani warga miskin. Setelah dilakukan sidak oleh Komisi A DPRD Jember, beberapa waktu lalu, keluhan tersebut ditindaklanjuti dengan rapat dengar pendapat, kemarin (14/5). Sayangnya, keluhan warga miskin yang mendapat bantuan itu juga belum terpecahkan.

IKLAN

Rapat yang digelar di ruang komisi A ini mengundang beberapa lembaga terkait. Di antaranya Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispemasdes) dan Inspektorat. Satu lagi yakni Dinas Permukiman Rakyat Kawasan Terpadu dan Cipta Karya (DPRKTCK), tetapi tidak hadir. “Dari tiga OPD yang kami undang, dinas cipta karya tidak hadir. Sehingga, keluhan warga yang menjadi aspirasi belum terpecahkan,” kata Tabroni, Ketua Komisi A.

Dijelaskannya, sidak yang dilakukan Komisi A ke sejumlah tempat ditemukan banyak persoalan yang dikeluhkan warga. Akan tetapi, keluhan itu tak direspons oleh pemerintah. Akibatnya, beberapa penerima program RTLH harus banyak keluar uang dari saku pribadi untuk menambah kekurangan program yang nilainya sebesar Rp 17,5 juta per unit tersebut.

“Dana Rp 17,5 juta itu dicairkan oleh warga. Rp 2,5 juta untuk ongkos tukang dan kuli bangunan. Sementara itu, Rp 15 juta dibelikan material. Pembelian material ini yang diduga banyak pemotongan oleh oknum. Sehingga material yang dibeli tidak cukup,” papar Tabroni.

Akibat kekurangan material, beberapa rumah warga dibangun tanpa ada fondasi. Beberapa rumah dibangun dengan reng bambu. Bahkan harus ada yang membeli semen tambahan dan membeli genting sendiri. “Perencanaannya bagaimana, sehingga di lapangan beda-beda. Ini yang sampai sekarang tidak transparan. Dinas terkait sudah kami undang, tetapi dinas cipta karya tidak datang,” jelasnya.

Lantaran tidak ada penjelasan teknis, maka keluhan atau aspirasi sejumlah warga miskin belum bisa terpecahkan. Untuk itu, warga berharap agar pemerintah benar-benar bisa turun mengecek hasil bangunan program RTLH tersebut.

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih