Bangunan Cela, tapi Sudah Diserahkan

BELUM SELESAI: Pembangunan gedung RTH Sumbersari terus dilakukan dalam masa perpanjangan, kemarin (14/1). Selain sidak ke RTH, DPRD Jember juga menginspeksi pembangunan Kantor Kecamatan Sumbersari.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah pembangunan fisik yang molor di Kabupaten Jember terus dikerjakan. Salah satunya pembangunan gedung ruang terbuka hijau (RTH) di Kecamatan Sumbersari. Kemarin (14/1), DPRD melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada bangunan yang dananya bersumber dari APBD 2019 tersebut.

IKLAN

Dalam sidak kali ini, anggota dewan mengajak serta aplikator baja ringan untuk memastikan apakah galvalum yang dipasang sudah benar atau pemasangannya ada yang salah. Rupanya, pada sidak di gedung RTH ini, tim menemukan galvalum yang berbeda merek dengan spesifikasi yang ada.

Agusta Jaka Purwana, anggota DPRD Jember, menjelaskan bahwa secara umum proses pembangunan gedung RTH Sumbersari tidak ada persoalan. Namun demikian, ada temuan galvalum yang diduga tidak sesuai spesifikasi. “Ada pencampuran antara galvalum Kencana dan galvalum merek lain. Tadi sudah saya sampaikan dan pengawasnya juga baru tahu,” ucap Agusta yang juga Ketua Fraksi Pandekar tersebut.

Mengenai proses pengerjaan yang belum selesai, Agusta meminta agar segera diselesaikan sehingga bisa dimanfaatkan. “Ini kan belum selesai dan pengerjaannya masuk perpanjangan. Kami harap ini bisa selesai sesuai masa perpanjangan yang diberikan,” pintanya.

Sidak anggota dewan ini juga dilakukan pada pembangunan kantor Kecamatan Sumbersari yang sudah diserahterimakan. Khusus untuk ini, menurut Agusta, ada dugaan ketidaksesuaian dalam pengerjaan pemasangan galvalum. Namun demikian, kontraktor yang kebetulan hadir menyatakan siap untuk melakukan pembenahan bila ada pengerjaan yang tak sesuai. “Bangunannya baru, tapi ada beberapa temuan. Salah satunya galvalum di konstruksinya diduga kurang tepat. Jadi kami panggil kontraktornya,” lanjut Agusta.

Pria yang tinggal di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, ini pun mengaku cukup kecewa karena konsultan pengawas sudah menyetujuinya. “Karena bangunan ini sudah diserahkan pada pengawas dan sudah di-acc. Sementara, kondisi bangunannya diduga ada yang salah. Kami pun meminta agar kontraktornya melakukan perbaikan demi kepentingan dan keselamatan bersama,” jelasnya.

Sementara itu, Rasit, pengawas proyek pembangunan gedung RTH Sumbersari, mengklaim, selama proses pengawasan yang dilakukan, semua material sesuai spesifikasi. Dengan adanya dugaan perbedaan merek itu pihaknya akan menindaklanjutinya. “Nanti kami lihat kembali, karena di awal kami mendatangkan material sesuai spek (spesifikasi, Red). Jadi pakai (galvalum) Kencana sesuai dengan yang ada di bestek. Mungkin kedatangan material kedua. Nanti saya cek lagi,” ucapnya.

Berkaitan dengan pengerjaan yang sudah masuk masa perpanjangan, Rasit yang menjadi pengawas optimistis akan bisa selesai sesuat tenggat akhir. “Insyaallah dua minggu ini sudah tinggal pembersihan. Jadi, kerja dari jam 7.00 sampai 22.00 dengan dua sif,” ungkapnya.

Khusus untuk bangunan di Kecamatan Jenggawah, Paulina Poriska, pelaksana proyek, menjelaskan, pihaknya siap melakukan pembenahan apabila ada temuan yang kurang sesuai. Pembangunan itu pula menurutnya juga sudah dicek pengawas dan sudah diserahterimakan. “Kami sudah mengerjakan sesuai perhitungan struktur pabrikan. Garansi juga sudah kami serahkan ke pengawas. Dengan adanya koreksi seperti itu nanti kita lihat, kalau tidak sesuai dengan perhitungan struktur pabrikan, kami akan benarkan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Aplikator Baja Ringan Jember Ahmadi Wijaya menjelaskan, pemasangan galvalum di Kantor Kecamatan Sumbersari diduga ada keteledoran pada pemasangan konstruksinya. Untuk itu, dia menyarankan agar dilakukan pengecekan kembali sehingga hasilnya benar-benar aman.

“Hanya keteledoran. Teknisi yang mengerjakan konstruksinya kurang memahami. Apakah itu sudah bersertifikat atau tidak, saya kurang paham,” tuturnya. Kendati begitu, dia menambahkan, jika melihat hasil pengerjaan, belum bersertifikat. Karena ada ikatan yang kurang pas di bagian galvalum dan ikatan tali angin yang seharusnya bukan potongan-potongan. “Sebaiknya dicek lagi. Karena jika salah akan berpengaruh di kemudian hari,” sarannya.

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih