Masih Nihil Penumpang

LENGANG: Kondisi Terminal Tawang Alun masih tampak sepi menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Sejumlah PO bus pun masih belum beroperasi seratus persen.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Transportasi angkutan darat mulai diizinkan beroperasi sejak beberapa waktu lalu, termasuk armada bus. Hal itu menyusul diterbitkannya surat edaran (SE) oleh Kementerian Perhubungan Nomor AJ.201/DRJD/2020 tentang pengaturan penyelenggaraan transportasi darat selama masa dilarang mudik Idul Fitri 1441 Hijriah dalam rangka pencegahan Covid-19.

IKLAN

Namun, meskipun angkutan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) sudah mendapat lampu hijau, beberapa pengelola bus mengaku masih belum ada penumpang dari Jember. Seperti PT Rosalia Indah Jember.

Kepala Perwakilan Rosalia Jember Bambang Iswanto mengungkapkan, armada busnya memang sudah mulai beroperasi sejak lima hari terakhir. Tetapi masih nihil penumpang untuk keberangkatan dari Jember. “Penumpang baru ada ketika sampai Probolinggo. Armada yang kami operasikan hanya satu rute dulu, yakni tujuan Jember-Jakarta,” tuturnya.

Dia menambahkan, ketiadaan penumpang tersebut disebabkan masih terkendala sejumlah persyaratan khusus yang wajib dipenuhi oleh penumpang apabila ingin bepergian. Persyaratan penumpang tersebut tidak bisa dilengkapi dalam tempo sehari saja.

Beberapa syarat yang wajib dipenuhi oleh calon penumpang, di antaranya surat perjalanan dinas atau tugas ke kota yang dituju, surat keterangan sehat dari rumah sakit atau puskesmas, surat keterangan tes swab atau rapid test negatif Covid-19, dan surat pernyataan yang diketahui oleh pihak kelurahan setempat. “Kalau penumpang yang mau mudik, jelas tidak boleh,” imbuh Bambang.

Lebih lanjut, pihaknya pun tidak berani meloloskan calon penumpang yang tidak melengkapi syarat-syarat tersebut. Sebab, di tengah-tengah perjalanan nanti ada pengecekan di pos check point. Jika sampai ditemui ada penumpang lolos tanpa memenuhi berkas persyaratan, pihak pengelola bus pun bisa dikenai sanksi.

Berbeda dengan Rosalia Indah yang memutuskan membuka perjalanan, perusahaan otobus lainnya seperti Lorena dan Gunung Harta masih belum beroperasi.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Maulana

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti