GenRE Ceria Digelar di Dua Lokasi

Pahami Risiko Pernikahan Dini

SIMBOLIS: Pemberian Sembako dari Ir H Nur Yasin, MBA, MT selaku Anggota DPR-RI Komisi IX kepada peserta sosialisasi GenRE Ceria

BALUNG LOR, Radar Jember – Risiko pernikahan muda menjadi ketakutan sendiri bagi kalangan muda. Permasalahan kesehatan, psikologi hingga ekonomi menjadi ancaman yang nyata. Karena itu berbagai agenda dilakukan, untuk mencegah dampak tersebut dirasakan oleh generasi muda harapan bangsa Indonesia.
Hal inilah yang ditekankan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kabupaten Jember. Melalui kegiatan sosialisasi program pembangunan keluarga, bersama mitra kerja generasi berencana (GenRE Ceria), BKKBN bertekad meningkatkan rata-rata usia menikah.
Menurut data BKKBN, di wilayah Jember usia menikah bagi perempuan masih di angka rata-rata 19 tahun. Maka dari itu, sosialisasi yang diisi langsung oleh Kepala Bidang KB OPD Kabupaten Jember, Supri Handoko ini juga menuturkan tentang kesadaran bekal dunia kompetitif. “Jangan sekadar menikah saja, berbagai hal harus matang. Kalau mentalnya matang, skill memadahi makan kondisi pekerjaan juga akan stabil. Anak muda harapan negeri,” tuturnya di hadapan puluhan anak muda.
Acara yang menghadirkan langsung kalangan muda-mudi Jember tersebut juga dihadiri beberapa kolega. Mulai dari jajaran pemdes setempat hingga anggota DPR-RI Komisi XI. “Kami sangat mendukung acara ini. Harapan pihak desa, dengan adanya pola hidup anak muda yang baru, maka seperti apa baiknya agar bisa langsung dilakukan,” ungkap Kepala Desa Balung Lor, Imam Mustofa.
Menyambung pola hidup baru tersebut, BKKBN menjelaskan usia ideal menikah, yaitu 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki. “Itu minimal. Dengan usia yang matang itu, harapannya paham tentang kependudukan dan pembangunan keluarga,” ujar Kepala Diklat KKB Jember Ronald Steven Rigo.
Target daripada penyelanggara yaitu anak muda harus sadar dan menahami menikah di usia matang. Acara ini akan berlangsung hingga bulan September mendatang. Selain itu, acara ini juga menekankan pentingnya pemahaman terkait free sex. “Jangan sampai, menjadi anak muda yang menyesal di kemudian hari, karena mereka adalah harapan negeri,” tandasnya.
Secara nasional, kegiatan ini diselenggarakan di 22 titik di Jawa Timur. Kabupaten Jember menjadi titik ke-11 dan digelar di dua lokasi yaitu Balai Desa Balung Lor, Kecamatan Balung dan Padepokan Arum Sabil Tanggul. (kl/pra/lin)

Editor: Lintang Anis Bena Kinanti
Reporter: Pradini Anjar Agustin
Fotografer: Pradini Anjar Agustin