alexametrics
23.5C
Jember
Tuesday, 19 January 2021
Mobile_AP_Top Banner

Tiga Santri dan Ustad Terjebak Banjir

Selamat Setelah Naik ke Lantai Dua

Desktop_AP_Leaderboard
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hujan deras yang terjadi di wilayah Kecamatan Bangsalsari dan sekitranya membuat air Sungai Bangsal meluap. Air bercampur lumpur ini bahkan sempat masuk ke lingkungan Pondok Pesantren Arrosyid putra dan putri di Dusun Krajan B, Desa/Kecamatan Bangsalsari, Selasa (13/1) pukul 16.00 WIB.

“Awalnya air sungai yang ada di belakang asrama putri ini mulai naik, bahkan air dengan cepat terus bertambah yang sudah menggenangi halaman dalam pondok,” kata Imam Mukuid, salah satu ustad atau putra dari pengasuh ponpes KH Amin.

Dirinya mengaku baru selesai mandi mau solat ashar, sat tiba-tiba ada santri yang memberi tahu kalau halaman pondok sudah ada air sungai yang masuk. “Saya keluar ke jalan, ternyata benar air bercampur lumpur terus masuk ke dalam pondok,” kata Mukuid.

Mobile_AP_Rectangle 2

Saat itu puluhan santri putri sudah diminta untuk keluar dari asrama atau keluar dari pondok. Tiba-tiba terdengar suara keras yang ternyata adalah tembok yang ada di sisi utara jebol. Seketika itu juga air masuk ke seluruh kamar santri, kamar ustad, dapur umur dan ruang keluarga.

“Dengan cepat sekali air masuk dan menggenangi seluruh kamar dan ruang keluarga,” lanjutnya.

Di tengah air dengan ketinggian meter meter di kamar, tiga santri terjebak dan tidak bisa keluar. “Saya mengajak tiga santri saya ajak naik ke lantai dua,” katanya. Saya melihat seluruh barang dalam asrama sudah keluar dari kamar dan hanyut ikut air yang terus membesar,” terangnya.

Beruntung, Mukuid dan tiga santri berhasil selamat setelah naik ke lantai dua. Selanjutnya mereka bisa keluar setelah turun ke asrama putra yang airnya tidak terlalu tinggi. “Yang penting seluruh santri bisa terselamatkan,” katanya.

Menurutnya, banjir kali ini merupakan banjir terparah daripada sebelumnya. “Dari empat kali terjadi banjir, hanya banjir yang sekarang ini yang paling parah,” pungkas Mukuid.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hujan deras yang terjadi di wilayah Kecamatan Bangsalsari dan sekitranya membuat air Sungai Bangsal meluap. Air bercampur lumpur ini bahkan sempat masuk ke lingkungan Pondok Pesantren Arrosyid putra dan putri di Dusun Krajan B, Desa/Kecamatan Bangsalsari, Selasa (13/1) pukul 16.00 WIB.

“Awalnya air sungai yang ada di belakang asrama putri ini mulai naik, bahkan air dengan cepat terus bertambah yang sudah menggenangi halaman dalam pondok,” kata Imam Mukuid, salah satu ustad atau putra dari pengasuh ponpes KH Amin.

Dirinya mengaku baru selesai mandi mau solat ashar, sat tiba-tiba ada santri yang memberi tahu kalau halaman pondok sudah ada air sungai yang masuk. “Saya keluar ke jalan, ternyata benar air bercampur lumpur terus masuk ke dalam pondok,” kata Mukuid.

Saat itu puluhan santri putri sudah diminta untuk keluar dari asrama atau keluar dari pondok. Tiba-tiba terdengar suara keras yang ternyata adalah tembok yang ada di sisi utara jebol. Seketika itu juga air masuk ke seluruh kamar santri, kamar ustad, dapur umur dan ruang keluarga.

“Dengan cepat sekali air masuk dan menggenangi seluruh kamar dan ruang keluarga,” lanjutnya.

Di tengah air dengan ketinggian meter meter di kamar, tiga santri terjebak dan tidak bisa keluar. “Saya mengajak tiga santri saya ajak naik ke lantai dua,” katanya. Saya melihat seluruh barang dalam asrama sudah keluar dari kamar dan hanyut ikut air yang terus membesar,” terangnya.

Beruntung, Mukuid dan tiga santri berhasil selamat setelah naik ke lantai dua. Selanjutnya mereka bisa keluar setelah turun ke asrama putra yang airnya tidak terlalu tinggi. “Yang penting seluruh santri bisa terselamatkan,” katanya.

Menurutnya, banjir kali ini merupakan banjir terparah daripada sebelumnya. “Dari empat kali terjadi banjir, hanya banjir yang sekarang ini yang paling parah,” pungkas Mukuid.

Mobile_AP_Half Page
Desktop_AP_Half Page

Berita Terbaru

Desktop_AP_Rectangle 1

Wajib Dibaca