alexametrics
24.4C
Jember
Tuesday, 19 January 2021
Mobile_AP_Top Banner

Penyebab Banjir karena Jembatan

Desktop_AP_Leaderboard
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banjir bandang yang terjadi di Dusun Krajan B, Desa / Kecamatan Bangsalsari Selasa (12/1) pukul 16.00 WIB mulai ditelusuri penyebabnya. Salah satunya adalah jembatan yang ada di sekitar pondok.

Jemabatan yang menghubungkan Desa Bangsalsari dengan Tugusari, Kecamatan Bangsalsari itu dinilai kurang tinggi. Selain itu karena di bagian tengahnya ada penyangga. “Sehingga saat hujan deras dan ada pohon yang terbawa banjir melintang di bawah jembatan,” kata Murtadho, Camat Bangsalsari. Selain kurang tinggi, di bagian tengahnya pun terdapat penyangga dari beton.

Apalagi sungai tersebut juga terus mendangkal akibat seting banjir. “Pernah dikakukan pengerukan, tetapi tetap saja dangkal karena sering terjadi banjir,” lanjutnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kondisi ini sudah pernah dilaporkan kepada pihak terkait yakni Dinas Pengairan dan PU Bina Marga. Selain itu jembatan yang menghubungkan dua desa itu sangat sempit. Sehingga untuk kendaraan yang melintas harus bergantian.

“Salah satu penyebab dari jebolnya tenbok belakang kamar asrama putri Ponpes Arrosyid ini karena ada pohon besar yang melintang persis di jembatan. Pohon ukuran besar dan panjang ini mengakibatkan sampah menumpuk setelah pohon itu menyumbat di jembatan,” kata Murtadho.

Akibatnya air sungai meluap dan menjebol tembok asrama putri. “Ya kalau bisa di tengah jembatan itu tidak perlu dipasang penyangga. Namun jembatan cukup ditinggikan sehingga saat terjadi banjir tidak ada pohon yang melintang. Apalagi penyangga yang ada di tengah jembatan itu mempersempit lebar sungai,” pungkasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banjir bandang yang terjadi di Dusun Krajan B, Desa / Kecamatan Bangsalsari Selasa (12/1) pukul 16.00 WIB mulai ditelusuri penyebabnya. Salah satunya adalah jembatan yang ada di sekitar pondok.

Jemabatan yang menghubungkan Desa Bangsalsari dengan Tugusari, Kecamatan Bangsalsari itu dinilai kurang tinggi. Selain itu karena di bagian tengahnya ada penyangga. “Sehingga saat hujan deras dan ada pohon yang terbawa banjir melintang di bawah jembatan,” kata Murtadho, Camat Bangsalsari. Selain kurang tinggi, di bagian tengahnya pun terdapat penyangga dari beton.

Apalagi sungai tersebut juga terus mendangkal akibat seting banjir. “Pernah dikakukan pengerukan, tetapi tetap saja dangkal karena sering terjadi banjir,” lanjutnya.

Kondisi ini sudah pernah dilaporkan kepada pihak terkait yakni Dinas Pengairan dan PU Bina Marga. Selain itu jembatan yang menghubungkan dua desa itu sangat sempit. Sehingga untuk kendaraan yang melintas harus bergantian.

“Salah satu penyebab dari jebolnya tenbok belakang kamar asrama putri Ponpes Arrosyid ini karena ada pohon besar yang melintang persis di jembatan. Pohon ukuran besar dan panjang ini mengakibatkan sampah menumpuk setelah pohon itu menyumbat di jembatan,” kata Murtadho.

Akibatnya air sungai meluap dan menjebol tembok asrama putri. “Ya kalau bisa di tengah jembatan itu tidak perlu dipasang penyangga. Namun jembatan cukup ditinggikan sehingga saat terjadi banjir tidak ada pohon yang melintang. Apalagi penyangga yang ada di tengah jembatan itu mempersempit lebar sungai,” pungkasnya.

Mobile_AP_Half Page
Desktop_AP_Half Page

Berita Terbaru

Desktop_AP_Rectangle 1

Wajib Dibaca