Santri Rentan Terkena TBC

BERI PENYULUHAN: Tim medis TBC saat menelusuri pola dan persebaran TBC di pesantren. Mereka meyakini, pesantren menjadi salah satu tempat persebaran TBC paling banyak.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tuberkulosis atau TBC menjadi masalah kesehatan yang cukup masif tersebar di berbagai belahan dunia. Bahkan, menurut Global TBC Report 2019, TBC menjadi salah satu dari 10 penyebab utama kematian.

IKLAN

Maka dari itu, strategi pencegahan TBC dinilai tidak hanya secara pasif, tetapi juga harus aktif dan dilakukan secara masif. Dilakukan di berbagai tempat yang diduga menjadi tempat persebaran TBC paling subur. Salah satunya di pesantren.

Karena pesantren menjadi perkumpulan orang yang melangsungkan aktivitas dalam tempat dan waktu secara bersamaan. “Hal itu yang membuat TBC mudah tersebar dan gampang menular,” kata Heru Iskandar, tim medis penyuluh TBC.

Saat melakukan screening TBC terhadap ratusan santri di Pesantren Yayasan Islam Nadhatul Thalabah (Yasinat) Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, baru-baru ini, Heru mengatakan, peluang tersebarnya TBC di pesantren diakuinya tinggi. Hal itu yang membuatnya perlu melakukan screening sebagai upaya pencegahan TBC.

Ia belum bisa memastikan beberapa santri yang terjangkit TBC. Karena menurutnya, ada beberapa tahapan untuk menentukan mereka positif terkena TBC atau tidak. Sekalipun terkena, hal itu masih bisa dipetakan dalam berbagai kategori, ringan, sedang, atau berat. “Jika semisal ada temuan yang terduga kena TBC, diupayakan rontgen dan pengobatan lanjut,” imbuhnya.

Menurutnya, kehidupan di pesantren tak sekadar menjadi tempat menimba ilmu. Mereka juga melangsungkan berbagai aktivitas secara bersamaan. Seperti mandi, makan bersama, sekolah, tidur, dan lain-lain. “Kami rencanakan beberapa hari ke depan, baru bisa menemukan dan menyimpulkan,” tambahnya. Tak hanya screening, Heru bersama tim memberikan penyuluhan dan edukasi kesehatan seputar TBC.

Lebih jauh, katanya, persebaran TBC tidak pilah-pilih cuaca. Bisa tersebar di saat musim hujan atau musim panas. Namun ia menegaskan, area persebaran TBC lebih dominan terjadi di tempat berkumpulnya orang dalam satu tempat dan waktu yang sama. Bahkan, tak hanya di pesantren, tempat keramaian lain juga rentan terjadi. Seperti di lembaga pemasyarakatan, pabrik, kantor, atau tempat bekerja lainnya.

Reporter : Maulana

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih