Melihat Sepak Terjang Komunitas Mari Berbagi (KMB) Jember

Berangkat dari Niat Ikhlas

Berawal dari membagikan nasi bungkus gratis kepada tukang becak di lingkungan sekitar perumahan Tegal Besar, Siti Dwiana Atmawati atau salah satu founder Komunitas Mari Berbagi Jember (KMBJ) mengawali komunitas ini. Berbagai aktivitas yang cenderung ke social pun mereka lakukan. Anggota pun kian banyak dan beraneka ragam

TURUN KE DESA: Anggota KMBJ saat naik truk TNI ketika memberikan bantuan ke Sumberjambe.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Komunitas KMBJ ini akhirnya berdiri tahun 2015 silam. Seiring berjalanannya waktu, awalnya komunitas ini tak diberi nama. Namun, lama kelamaan, anggota KMBJ pun berinisiatif memberi sebuah nama komunitas tersebut.

IKLAN

Namun karena banyak orang yang mengira, pemberian nasi bungkus gratis itu dilakukan pendukung salah satu calon bupati, yang tahun itu bertepatan dengan momen Pilkada Jember, mereka pun memberi nama. “Akhirnya kami kasih nama KMBJ, biar ada identitasnya,” tutur Wiwin.

Setelah itu, perkembangan jumlah anggota KMBJ pun terus bertambah. Wiwin mengaku, tak pernah memaksa guna bergabung ke KMBJ. “Karena kalau sudah berbagi ini, harus ikhlas dari diri sendiri, kita tidak boleh memaksa,” ucapnya.

Seperti yang diungkapkan Srikusmiyati, ketua KMBJ yang baru. Menurutnya, dulu dia menjumpai KMBJ membagikan nasi bungkus di depan salah satu pertokoan. “Waktu itu saya lihat teman-teman KMBJ ini. Terus saya coba tanya-tanya kegiatannya, kok menarik ya, akhirnya saya bergabung,” kata dia.

Kini anggota KMBJ sudah mencapai 40-an. Kegiatan berbagi KMBJ padat-padatnya ketika memasuki bulan Ramadan. Di bulan yang suci itu, KMBJ mempunyai serangkaian kegiatan. Mulai dari buka bersama dengan kaum duafa, sahur on the road, sampai berbagi kepada para tukang becak. Seperti yang mereka lakukan tahun 2016 lalu. Kurang lebih 250 orang tukang becak bersama anak yatim diajak buka bersama dan diberi angpao serta sembako. Tahun 2017, kegiatan serupa digelar bersama para janda dan lansia. Tahun 2018 dengan anak yatim, terakhir 2019 lalu bersama 100 orang tukang becak di sebuah hotel bintang lima di Jember.

Selain berbagi, KMBJ ini ternyata juga mengumpulkan pakaian-pakaian bekas. Baik dari anggota maupun para donatur. Nantinya, pakaian bekas yang masih layak itu dijual dengan harga terjangkau, dimana nanti hasilnya akan disalurkan untuk kegiatan-kegiatan KMBJ lainnya. KMBJ juga sudah memiliki legalitas dan membuka rekening sendiri.

”Tujuan dari rekening itu, untuk memudahkan donatur yang ingin menyumbang dana kepada KMBJ, agar nantinya disalurkan melalui kegiatan baksos lainnya,” ungkap Mila, salah satu anggota KMBJ.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Hadi Sumarsono